Pesan Idul Fitri Jokowi: “ SEMOGA PANDEMI SEGERA BERLALU AGAR KITA DAPAT SALING MELEPAS RINDU...”

Jakarta,DP News
Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan Idul Fitri melalui akun media sosialnya, Minggu (24/5). Jokowi mengatakan, perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada kegiatan ibadah bersama-sama ataupun mudik Lebaran.
"Tidak ada gelar griya (open house), mudik, atau shalat Id di lapangan pada hari Lebaran tahun ini," tulis Jokowi di akun Twitter-nya @Jokowi, Minggu.
Jokowi mengakui bahwa situasi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini berat bagi masyarakat Namun, ia mengajak seluruh masyarakat menghadapi kondisi yang ada. "Memang ini berat, tapi kita alami dan hadapi bersama-sama. Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita dapat bertemu dan saling melepas rindu," tuturnya.
Jokowi lantas melanjutkan pesannya dalam tayangan video animasi pendek. Dalam video tersebut, Jokowi berharap kegiatan silaturahim Idul Fitri secara daring pada saat ini tetap berjalan lancar. "Semoga semua maaf lahir batin dapat tersampaikan dan diterima dengan sepenuh hati, walau hanya lewat telepon atau panggilan video. Insya Allah kita bisa segera bertemu untuk melepas rindu," katanya. "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin," tambah Jokowi.
Lebaran tahun ini, Presiden Jokowi tidak akan mudik ke Solo. Ia merayakan Idul Fitri di Istana Bogor, Jawa Barat. "Ini sebagai komitmen dalam penerapan physical distancing dan mengurangi potensi penyebaran Covid-19," kata Juru Bicara Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia, Sabtu (23/5).
Angkie mengatakan, Presiden selama ini beraktivitas di ibu kota Jakarta. Meskipun menggunakan skema work from home dalam setiap aktivitas serta meminimalisasi kegiatan di luar, tetapi Jakarta merupakan wilayah dengan kategori zona merah Covid-19.
Untuk itu, Presiden dan keluarga tetap akan berada di Istana dalam pelaksanaan Idul Fitri 1441 Hijriyah. "Untuk silaturahim atau open house sementara ditiadakan mengingat kondisi yang tidak memungkinkan," ujar Angkie.(Rd/Kompas.Com)