Rencana Budidaya Cabai Merah Tidak Tertampung di APBD 2021,Ternyata Bibit Bawang Merah Unggul Milik Medan

Medan,DP News

Dinas Pertanian dan Perikanan Medan akan membuat pertanian kota dengan membudidayakan tanaman cabai merah.

“Kenapa cabai merah, karena dari laporan Bank Indonesia cabai selalu ada sebagai pemicu inflasi, sehingga jika semua masyarakat sudah bisa membudidayakan tanaman cabai merah, kita yakin harga cabai merah akan dapat stabil karena sudah banyak,”ucap Irsyad Marbun.

Sambungnya lagi, usulan tahun 2020, satupun tidak masuk di APBD 2020, sehingga di Tahun 2021 terkuncilah di Bapedda. 

Ditambahkan Irsyad, nantinya penanaman cabai akan dilakukan memakai Polyback.Percontohan kami, untuk Sumut saat ini Marelan salah satu bibit terbaik untuk bawang. Petani Tanah Karo saja membeli bibit dari Marelan, sementara mereka hanya memiliki lahan sempit,”terangnya

Sementara itu,Komisi IV DPRD Kota Medan memuji program yang telah dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Irsyad Marbun atas sosialisasi pemberian bantuan bibit ikan dan tanaman kepada masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Pembagian bibit ikan dan tanaman ini diberikan langsung kepada masyarakat tanpa perantara baik melalui reses DPRD Medan beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan ketua dan anggota komisi IV DPRD kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, SH saat memimpin rapat pembahasan RAPBD 2021 di ruang komisi Lantai 3, Rabu (11/11).

Paul mengatakan, program pemberian bibit ikan dan tanaman kepada warga telah menumbuhkan semangat warga ditengah situasi pandemi COVID-19 untuk menambah pemasukan dalam mempertahankan ekonomi rumah tangga di tengah krisis kebutuhan dan pangan.

” Kita apresiasi lah terlebih dahulu, namun hendaknya program itu dapat ditampung di anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) Kota Medan Tahun 2021, agar program tersebut dapat lebih terasa lagi manfaatnya terhadapa masyarakat kota Medan,”sebutnya.

Senada dengan itu, Edwin Sugesti Nasition dari fraksi PAN, Saiful Ramadhan dari fraksi PKS, dan Dame Duma Sari Hutagalung dari Fraksi Gerindra mengatakan program dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan membagikan bibit ikan tanaman gratis telah memunculkan minat masyarakat perkotaan untuk memanfaatkan lahan sempit milik mereka sebagai usaha pertanian.

“Hasilnya juga dapat dirasakan langsung oleh warga masyarakat itu sendiri,”tutur anggota Komisi IV DPRD Kota Medan ini.

Renville Napitupulu dari Fraksi PSI juga mengucapkan terimakasih kepada Kadis Pertanian Dan Perikanan Kota Medan karena telah mengirimkan anggotanya pada saat pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Medan dan  memberikan penyuluhan tentang cara memelihara ikan ternasuk memanfaatkan lahan sempit di areal rumah.

"Manfaat dari pemberian bibit ikan dan tanaman serta informasi tentang bertani dari dinas Pertanian dan Perikanan saat ini telah ada 15 warga di Dapil saya yang meminta bibit ikan untuk dipelihara.

Dia juga menambahkan, selain itu, masyarakat juga diarahkan utk membentuk sendiri pembibitan. “Untuk  itu saya apresiasi sekali sama Dinas Pertanian dan Perikanan,”ujarnya seraya menyebutkan akan berupaya agar di 2021 program tersebut dapat berjalan.

Sementara itu  Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan Irsyad Rasyid Marbun menjelaskan melihat perlunya masyarakat diajarkan tentang bertani di tengah sulitnya lokasi pertanian saat ini.

Saat ini, Pemko Medan mengganggap Dinas Pertanian tidak ada,  padahal manfaat dinas pertanian sangat dibutuhkan.

“Kita sudah membuat banyak program, namun terkendala di peraturan. Saya kasihan melihat peternak, diketahui, kebutuhan ikan lele 1 hari bisa 1 ton untuk Rumah Makan Pecel Lele,”ujarnya.

Di akhir penjelasannya, Kadis Pertanian  Medan ini menegaskan lagi, bahwa paling prioritas bagi dia melaksanakan pembahasan RAPBD-2021 agar permohonan pengusulan penambahan gaji honor di dinas yang dipimpinnya dapat terealisasi di Tahun 2021.(rd)