Reses di Dapil 1, Dengan Lapang Dada Tampung Aspirasi Warga: " Terimakasih Pak Antonius,Anakku Sudah Punya Akte Lahir..."

Medan,DP News 

Reses Anggota DPRD Medan dari Dapil 1 Antonius Devolis Tumanggor,SSos cukup mendapat respon dari para konstituen yang secara gamblang menyampaikan aspirasi seputar jalan rusak,parit tumpat,sampah,lampu jalan padam,BPJS dan pembagian Bansos yang tidak merata.

Reses yang dilaksanakan di Jalan Karya Mesjid Sei Agul,Medan Barat ini dihadiri perwakilan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan,Dinas PU,Dinas Kesehatan,Dinas Pendidikan,Dinas Pertanian dan Perikanan ,pihak Kecamatan Medan Barat,Senin(21/12).

Saat tanya jawab Sipayung ,warga Jalan Pengayoman keluhkan lampu jalan padam,Siregar dan Saragih seputar parit tumpat.

Sementara itu,R Boru Nainggolan keluhkan seputar pembagian Bansos yang tidak merata dan sulitnya mendapatkan BPJS gratis.

Selain itu,Situmorang mohon diperjuangkan potongan uang sekolah ditengah pandemi Covid-19 yang cukup berat bagi para orangtua.Pihak sekolah mewajibkan segala biaya uang sekolah,uang komite harus dilunasi.

Dalam sesi tanya jawab,ada juga yang mempertanyakan kejelasan rencana belajar tatap muka di TA 2021 nanti sebab pihak sekolah dasar dan SMP sudah minta pernyataan orang tua saat penerimaan rapor semester.Kami mohon ada kepastian berupa surat dari Dinas Pendidikan,ujar Situmorang.

Menanggapi keluhan warga itu,Antonius Tumanggor mengatakan bahwa masalah jalan rusak dan parit tumpat akan dikoordinasikan dengan pihak Dinas PU.Cuma,Antonius mengingatkan warga untuk rembukkan dulu biar jangan ada masalah saat mau pengerjaan.

Diutarakannya,dari 23 aspirasi tertulis di Dapil 1,hanya  2 objek yang belum terselesaikan karena adanya pro kontra ditengah masyarakat Sebagian warga minta mendahulukan pengaspalan jalan namun di pihak lain ada minta paritnya duluan dibangun.

Soal lampu jalan padam,Antonius dan perwakilan Dinas KP mengatakan sudah dilakukan perbaikan cuma belakanfan kabelnya dicuri,yah lampunya pun padam.Tolong warga pun ikut menjaga biar jangan terjadi lagi pencurian kabel,ujar Antonius.

Mengenai,potongan uang sekolah negeri dan swasta,Antonius menerangkan sudah diperjuangkan dan sebagian besar sekolah swasta memberi potongan uang sekolah.

Menyinggung rencana belajar tatap muka to giat SD dan SMP,Kepala UPT Disdik Medan Barat mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kebijakan resmi dari Pemko Medan dan Dinas Pendidikan.

Untuk itu Antonius minta sesegera mungkin pihak Dinas Pendidikan Medan membuatkan surat resmi agar jangan sampai ada sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka Tanoe persetujuan dari Dinas Pendidikan.Bila ada yang nekad,cabut saja izin operasionalnya karena pandemi Covid-19 sudah merupakan kasus yang serba kompleks,tandas Antonius.

Dalam kesempatan itu,sejumlah warga menyampaikan terimakasih atas bantuan anggota dewan yang menguruskan KTP,KK,akte lahir dan juga BPJS gratis.Terimakasih Pak Antonius,berkat bantuannya anak saya sudah punya akte lahir,ujar salah seorang warga.

Di penghujung acara Dinas Pertanian dan Perikanan Medan menyalurkan 5.000 bibit ikan nila kepada 5 kelompok tani (Poktan)  yang tersebar di Medan Barat, Helvetia, Medan Baru dan Medan Petisah.   

Bantuan bibit ikan tersebut diserahkan secara simbolis oleh pihak Dinas Pertanian dan Perikanan didampingi Antonius kepada 5 perwakilan Poktan antara lain Sanny Samosir, Reinhard Panggabean,Simamora dan Pak Fiet.

Antonius berharap, kelompok tani yang mendapat bantuan tersebut dapat membesarkan bibit ikan tersebut hingga bisa dipanen.

Reses kali dimeriahkan dengan musik hiburan yang juga dihadiri Ketua DPD IPK Sumut Bastian Panggabean bersama Bendahara Kok Beng serta PAC se- Kota Medan.(rd)