PM Irak Sambut Hangat Paus Fransiskus

 

Jakarta, CNN Indonesia

Paus Fransiskus tiba di Irak dalam kunjungan bersejarah pertamanya, Jumat (5/3). Kepala Gereja Katolik Roma itu merasa senang bisa berkunjung ke Irak yang dilanda peperangan.

"Saya senang melakukan perjalanan, dan perjalanan simbolis ini juga merupakan kewajiban ke tanah yang telah menjadi martir selama bertahun-tahun," katanya usai turun dari pesawat dikutip dari AFP.

Pesawat yang ditumpangi Fransiskus mendarat pada pukul 13.55 waktu setempat. Bendera Kota Vatikan dan Irak terlihat berkibar saat pesawat itu meluncur di landasan Bandara Internasional Baghdad.

Kedatangan Paus Fransiskus disambut oleh Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhemi.

"Dengan cinta dan perdamaian, rakyat dan pemerintah Irak menyambut Yang Mulia Paus Fransiskus dan menegaskan kembali ikatan kemanusiaan ini," kata Kadhemi.

Sementara Paus telah divaksinasi, Irak tengah dilanda gelombang kedua virus corona dengan 5.000 lebih kasus baru virus corona dalam sehari. Hal itu mendorong pihak berwenang memberlakukan lockdown selama kunjungan Paus.

"Saya akan mencoba mengikuti arahan dan tidak berjabat tangan dengan semua orang, tetapi saya tidak ingin tinggal terlalu jauh," kata Paus berusia 84 tahun itu menjelang kedatangannya.

Paus Fransiskus akan menggelar beberapa pertemuan dengan pejabat politik dan agama di negara itu.

Hari Jumat, paus akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Iraq Mustafa al-Kadhimi dan Presiden Irak Barham Salih.

Dia kemudian akan bertemu dengan ulama dan pejabat lainnya di dua gereja Bahgdad, termasuk gereja yang menjadi lokasi pembantaian pada 2010.

Pertemuan kepausan juga akan digelar dengan ulama Syiah terkemuka, Ayatollah Ali Sistani. Pertemuan itu dinilai sebagai salah satu pertemuan terpenting antara seorang paus dan tokoh Muslim Syiah berpengaruh.

Pertemuan dengan Sistani diharapkan sebagai cara Muslim Syiah dalam meningkatkan hubungan antaragama.

Mengutip Reuters, Paus diagendakan akan mengunjungi empat kota di Irak yakni ibu kota Baghdad, bekas pertahanan ISIS di Mosul yang menyimpan gereja dan bangunan lain saksi bisu konflik, tempat kelahiran Nabi Ibrahim di Ur, dan kota suci Najaf.

Diyakini Paus sudah lama berencana pergi ke Irak, salah satunya untuk mengunjungi minoritas Kristen yang merasa menderita dan semakin berkurang karena konflik berkepanjangan di negara itu.(CNNIndonesia/rd).