Tuntutan Warga Jalan Aloha Tinggal Tunggu Surat Dirjen Perkeretaapian


Medan,DP News

Protes warga atas penutupan akses jalan di lintasan kereta api hampir gol dan tinggal menunggu surat Dirjen Perkeretaapian.KomisiI DPRD Medan rekomendasikan pembongkaran portal yang menutup Jalan Aloha lingkungan 2 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan. Pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan Dishub Kota Medan diminta supaya mencabut plang apalagi menjelang bulan Ramadhan aktivitas warga semakin meningkat.

Keputusan itu disepakati anggota dewan Komisi I saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP),Senin (5/4). Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I Margaret Marpaung, didampingi Mulia Asri Rambe (Bayek), Mulia Syaputra Nasution, Sahat Simbolon,  Edi Saputra. Juga hadir Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar bersama Stafnya Suriono. Sedangkan mewakili PT KAI Panji serta beberapa warga Herlina dan Ainun.

Dalam rapat Margaret Marpaung mengatakan, agar Dishub Medan bersama PT KAI dapat membongkar portal sebelum bulan suci Ramadhan. “Ini mau menjelang Ramadhan,aktivitas warga meningkat apalagi hendak ziarah ke pemakaman yang harus melintas jalan tersebut,” ujar Margaret.

“Kita harapkan ada kebijakan Pemko Medan. Jangan menunggu balasan surat Dirjen perkeretaapian. Warga jangan dipersulit,” tegas Mulia Asri Rambe yang akrab disapa Bayek itu.

Sepatutnya kata Bayek, penutupan jalan tidak boleh dilakukan PT KAI namun segala sesuatunya harus wewenang Pemerintah Kota. Maka, tambah Bayek Dishub berhak membuka portal bila ada yang menutup badan jalan.

“Akibat penutupan portal banyak yang terganggu, ke pemakaman umum, vihara, Gedung Transmigrasi dan banyak rumah warga yang tertutup. Lagi pula ada yang sakit tidak bisa dijemput ambulans karena jalan ditutup,” terang Bayek.

Pernyataan tegas juga disampaikan Mulia Syaputra mendorong Dishub Medan dan PT KAI supaya segera memproses penyelesaian membuka portal. “Kasihan warga, akses mereka terhambat dan saat ini resah karena jalan satu satunya ditutup,” sebut Mulia. 

Kadis Perhubungan Medan Iswar menyampaikan pihaknya sudah menyikapi keresahan warga dan sudah melakukan rapat koordinasi pihak PT KAI serta warga.

Dalam rapat kata Iswar, portal dimungkinkan dibuka dengan mengganti plang buka tutup. Namun harus ada izin dari Dirjen Perkeretaapian.

Ditambahkan Iswar, pihaknya pun sudah menyurati PT KAI untuk menyahuti keresahan warga dan menunggu proses. “Kami minta dukungan dewan menindaklanjuti surat itu,” harap Iswar.

Sementara itu Panji selaku manejer pengamanan PT KAI menyampaikan sepakat untuk dicabut portal dan diganti plang buka tutup namun masih menunggu Dirjen Perhubungan.

Sedangkan warga Lingkungan 2 Kelurahan Martubung Kec Medan Labuhan menyampaikan, pihak DPRD dan PT KAI supaya berkenan memfasilitasi keresahan warga. “Mohon bantu kami kiranya pembukaan portal dapat segera dibuka,” pinta warga.

Seperti diketahui, akibat penutupan portal oleh pihak PT KAI sejak 6 bulan lalu, aktifitas menjadi terganggu. Jalan yang tidak jauh dari rel kereta api tersebut merupakan akses warga ke Masjid, Vihara, pemakaman, dan beberapa lokasi lainnya.

Sejak saat itu akses masuk menjadi terhanggu  kenderaan roda empat kecuali sepeda motor dan becak tidak bisa masuk.(rd)