Jakarta,DP News
Massa aksi #STMMelawan siang tadi sempat datang ke depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, untuk berdemo. Namun menurut polisi, karena para siswa STM ini tidak paham saat ditanya apa tujuan mereka datang, seluruhnya dibawa ke Polda Metro Jaya.
Kapolres Jakarta
Pusat Harry Kurniawan mengatakan, siang sekitar pukul 12.30 WIB ada pelajar
dari berbagai daerah yang datang di antaranya Jakarta, Tangerang, Karawang,
Bekasi, hingga Bogor.
"Saya tanya
mereka tujuannya satu persatu tujuannya apa, mereka tidak ada, yang tahu,"
kata Harry kepada wartawan di depan gerbang gedung DPR, Jalan Gatot Subroto,
Jakarta, Rabu (25/9).
"Semuanya
sudah kita bawa ke Polda Metro Jaya, kita kumpulkan di Direktorat Binmas nanti
kita dalami, karena mungkin dengan pendekatan Binmas bisa lebih mendalam,"
sambungnya.
Harry mengatakan,
massa tidak sempat melakukan aksi. Massa dari berbagai sekolah ini saat ini
masih diperiksa oleh polisi untuk didalami motifnya.
Harry
menambahkan, saat ini Jalan Gatot Subroto di depan gedung DPR memang masih
ditutup sementara.
Menurutnya massa
tidak diperbolehkan melakukan aksi karena sedang dilakukan perbaikan atas
kerusakan yang ditimbulkan akibat demo mahasiswa pada Selasa (24/9) kemarin.
Massa pelajar ini
menurut polisi berkumpul di DPR karena adanya broadcast yang mengundang mereka
datang. Polisi juga sedang mendalami pesan berantai ini.
Sementara
itu,aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar pada Selasa (24/9) sempat ricuh
akibat adanya bentrokan. Bahkan Polda Metro Jaya mencatat ada ratusan orang
yang menjadi korban luka dari kelompok mahasiswa dan polisi terkait aksi demo
tersebut.
Kapolda Metro
Ungkap Kronologi Aksi Massa di DPR yang Berujung Ricuh!
Unjuk rasa di
depan gedung DPR RI pada Selasa (24/9) kemarin berakhir ricuh. Polda Metro Jaya
mengatakan demo tersebut awalnya berlangsung damai, namun jadi memanas hingga
akhirnya rusuh.
Polda Jawa Barat
berhasil mengamankan 68 mahasiswa yang ikut demo pada Selasa (24/9) di Kantor
DPRD Jawa Barat. Namun, empat mahasiswa ditahan karena positif menggunakan
narkoba.
Pasca aksi rusuh,
Jalan di Belakang DPR ditutup dan Jalan Gelora yang berada di balakang gedung
DPR/MPR RI ditutup menggunakan beton barrier. Arus lalu lintas yang melewati
jalan tersebut terpaksa dialihkan.(detikcom/Rd)
