Kabid Humas Polda
Kepri Kombes Pol S.Erlangga, didampingi Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo
Rachmat Purboyo, Waka Kapolresta barelang AKBP Muji Supriyadi, Kasat Reskrim
Polresta Barelang AKP Andri kurniawan, Kabid Tempat Penagkapan Imigrasi ibu Yukasih, sedang menunjukkan
barang bukti yang digunakan para pelaku untuk melabui korbannya sesama WNA di
luar negeri Cina dan taiwan.(Foto:Indralis)
Batam,DP News
Jajaran Polresta
Barelang berhasil mengamankan 47 Warga Negara Asing (WNA) Cina dan Taiwan
berkaitan tindak pidana penipuan dan kekerasan terhadap warga Cina yang ada di
negarany.
Hal tersebut di
sampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga, Jumat (20/9)
dalam konferensi pers di Polresta Barelang.Dalam konferensi pers ini turut
hadir, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga, Kapolresta Barelang
AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriyadi,
Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan dan pihak Imigrasi Kelas I
TPI Batam.Erlangga, menyampaikan bahwa WNA tersebut, diamankan di dua RKPD
Yakni Ruko Taman Niaga, Sukajadi dan Ruko Grand Orchid.
" Sebanyak
31 WNA yang diamankan di Ruko Taman Niaga, dan mereka datang secara bertahap.
Mulai bulan Mei 2019 dan di Grand Orchid kemarin mereka baru tiba, "ujar
Erlangga.
Polresta Barelang
menggelar Konferensi pers, terkait penipuan dan pemerasan oleh 47 Warga Negara
Asing (WNA) bertempat di Polresta Barelang.Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo
Rachmat Purboyo, mengatakan pada tanggal 18 September 2019, kerjasama antara
jajaran Sat Intel dan Sat Reskrim Polresta Barelang berhasil mengamankan 47 WNA
terdiri 18 Warga Negara Cina dan dua diantar Wanita serta 29 WN Taiwan.
"Mereka
melakukan penipuan terhadap orang Cina yang ada di Cina melalui alat komunikasi
Internet, mereka dengan modus pura-pura sebagai petugas polisi, kepada WN Cina
mereka berpura-pura bahwa keluarga korban sedang bermasalah hukum dan meminta
sejumlah uang ke rekening Bank Cina, "jelas Prasetyo.
Lanjut Prasetyo,
bahwa ada satu Aktor utama Inisial MK di Cina dan satu pelaku di Batam dengan
Inisial CY alias AL untuk masuk orang cina masuk melalui Jakarta dan mengawasi
serta melatih agar mereka bisa memainkan peran sebagai petugas yang berwenang
ataupun kepolisian.
Kapolresta
Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo didampingi Kabid Humas Polda Kepri
Kombes Pol.S.Erlangga sedang mengintrogasi kepada salah seorang pelaku warga
WNA.(Foto:Indralis)
"Kita
berhasil mengamankan dua seragam polisi China dan Satu Pet, mereka menggunakan
modus dengan menggunakan internet komunikasi langsung menggunakan video call.
Kemudian menelpon korbannya, nomor korban tersebut didapat oleh para pelaku
dari aktor yang ada di Cina atas inisial MK tersebut, mereka bertugas
menghubungi kemudian mengancam dan meminta sejumlah uang namun uangnya
ditransfer ke rekening di China, "ungkap Prasetyo.
Dikatakan
Prasetyo, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan bekerjasama
dengan pihak Imigrasi untuk mengecek dokumen keimigrasian mereka dan tim akan
mencari solusi yang terbaik seperti apa proses penanganan berikut ada, serta
saat ini sudah mendatangi pihak kepolisian Taiwan.(INDRALIS)

