Notification

×

Iklan

Iklan




Terkait Kasus Penipuan Online,47 Warga Cina dan Taiwan Diamankan Polresta Barelang

24 September 2019

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S.Erlangga, didampingi Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, Waka Kapolresta barelang AKBP Muji Supriyadi, Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri kurniawan, Kabid Tempat Penagkapan  Imigrasi ibu Yukasih, sedang menunjukkan barang bukti yang digunakan para pelaku untuk melabui korbannya sesama WNA di luar negeri Cina dan taiwan.(Foto:Indralis)
Batam,DP News
Jajaran Polresta Barelang berhasil mengamankan 47 Warga Negara Asing (WNA) Cina dan Taiwan berkaitan tindak pidana penipuan dan kekerasan terhadap warga Cina yang ada di negarany.
Hal tersebut di sampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga, Jumat (20/9) dalam konferensi pers di Polresta Barelang.Dalam konferensi pers ini turut hadir, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriyadi, Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan dan pihak Imigrasi Kelas I TPI Batam.Erlangga, menyampaikan bahwa WNA tersebut, diamankan di dua RKPD Yakni Ruko Taman Niaga, Sukajadi dan Ruko Grand Orchid.
" Sebanyak 31 WNA yang diamankan di Ruko Taman Niaga, dan mereka datang secara bertahap. Mulai bulan Mei 2019 dan di Grand Orchid kemarin mereka baru tiba, "ujar Erlangga.
Polresta Barelang menggelar Konferensi pers, terkait penipuan dan pemerasan oleh 47 Warga Negara Asing (WNA) bertempat di Polresta Barelang.Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan pada tanggal 18 September 2019, kerjasama antara jajaran Sat Intel dan Sat Reskrim Polresta Barelang berhasil mengamankan 47 WNA terdiri 18 Warga Negara Cina dan dua diantar Wanita serta 29 WN Taiwan.
"Mereka melakukan penipuan terhadap orang Cina yang ada di Cina melalui alat komunikasi Internet, mereka dengan modus pura-pura sebagai petugas polisi, kepada WN Cina mereka berpura-pura bahwa keluarga korban sedang bermasalah hukum dan meminta sejumlah uang ke rekening Bank Cina, "jelas Prasetyo.
Lanjut Prasetyo, bahwa ada satu Aktor utama Inisial MK di Cina dan satu pelaku di Batam dengan Inisial CY alias AL untuk masuk orang cina masuk melalui Jakarta dan mengawasi serta melatih agar mereka bisa memainkan peran sebagai petugas yang berwenang ataupun kepolisian.

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol.S.Erlangga sedang mengintrogasi kepada salah seorang pelaku warga WNA.(Foto:Indralis)
"Kita berhasil mengamankan dua seragam polisi China dan Satu Pet, mereka menggunakan modus dengan menggunakan internet komunikasi langsung menggunakan video call. Kemudian menelpon korbannya, nomor korban tersebut didapat oleh para pelaku dari aktor yang ada di Cina atas inisial MK tersebut, mereka bertugas menghubungi kemudian mengancam dan meminta sejumlah uang namun uangnya ditransfer ke rekening di China, "ungkap Prasetyo.
Dikatakan Prasetyo, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan bekerjasama dengan pihak Imigrasi untuk mengecek dokumen keimigrasian mereka dan tim akan mencari solusi yang terbaik seperti apa proses penanganan berikut ada, serta saat ini sudah mendatangi pihak kepolisian Taiwan.(INDRALIS)

| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |