Medan,DP News
Kondisi Kota
Medan yang terapar asap kiruuman dari daerah lain mengundang rasa priharin dari
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan M Afri Rizky Lubis
mengunjungi beberapa kawasan di Kota Medan untuk membagi-bagikan masker kepada
warga.
Anggota DPRD
Medan dari Partai Golkar ini membagikan 1.000 masker kepada warga yang melintas
di persimpangan Jalan Raden Saleh menuju Jalan Balai Kota.
Tak hanya itu,
Rizky juga membagikan masker kepada siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri
067954 yang berada di Jalan Kejaksaan, Medan.
“Ini adalah
bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap yang sudah cukup meresahkan yang
ada di Kota Medan,” ujarnya, Senin (23/9).
Ia menilai cuaca
dan udara di Kota Medan sejak dua hari belakangan terbilang cukup berbahaya
karena diselimuti asap dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
“Asap sepertinya
makin tebal dua hari belakangan. Kami bagikan masker karena banyak masyarakat
yang belum memakainya, terlebih bagi mereka yang beraktifitas di luar ruangan.
Ini upaya untuk menghindari ISPA," tuturnya.
Ia juga berharap
agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Kesehatan mulai berperan aktif
untuk menyikapi asap karhutla agar dapat meminimalisir korban dari dampak asap
tersebut.
“Kepada Pemko
Medan, perhatikan masyarakat karena cuaca semakin buruk. Buat kegiatan agar
masyarakat bisa waspada dan terhindar dari asap. Kemudian Puskesmas lebih aktif
lagi,” katanya.
Medanbisnisdaily.com-Medan.
Anggota DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution mengaku prihatin dengan kondisi
kabut asap yang beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Medan. Ia khawatir akan
ada yang terkena dampak negatif dari kabut asap yang diduga berasal dari
kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di Provinsi Riau.
"Kita
khawatir anak-anak kecil, yang masih SD. Mereka rentan terkena dampak,"
ujarnya usai membagikan masker kepada siswa/siswi SD Swasta YAPSIS (Yayasan
Pesantren Sosial Indonesia Sejahtera), di Jalan Karya Jaya, Medan, Selasa
(24/9).
Kondisi ini yang
mendorong dirinya untuk membagikan masker kepada siswa-siswi SD. Apalagi, dia
melihat banyak anak sekolah yang belum menggunakan masker ketika belajar.
"Bapak-ibu
guru juga pakai masker, sudah mulai berbahaya ini asapnya. Mata saya saja mulai
terasa perih," bilangnya.
Politikus Partai
Gerindra itu juga berdialog dengan Kepala Sekolah SD swasta Yapsis, Anhar
Manik. Ia mempertanyakan apakah sudah ada kebijakan Pemko Medan untuk
meliburkan aktivitas sekolah.
"Belum
ada," kata Anhar didampingi Aipda Marzani, Babinkhamtibmas Polsek Deli
Tua.
Menurut Anhar,
kondisi anak didiknya dalam keadaan baik-baik saja meski Kota Medan tengah
dikepung kabut asap.
"Alhamdulillah,
anak-anak sehat semua. Mudah-mudahan tidak ada masalah, dan tetap sehat semua
agar bisa tetap bersekolah," ungkapnya.
Secara rutin,
kata dia, pihaknya berkordinasi dengan puskesmas pembantu di Kecamatan Medan
Johor untuk mengecek kondisi muridnya.(Rd)
