Lapor Pak Bobby : Aneh...7 Pelamar Kabag SDA Sudah Gagal,Koq Pelamar Yang Gagal Camat Medan Belawan Dimenangkan Sebagai Kabag SDA....?

Medan,DP News

Carut marut seleksi eselon III dan lurah makin terungkap.Selain ada yang 'nyelonong' dari 71 menjadi 72 ternyata ada keanehan lain penentuan pemenang jabatan.

Dari penelusuran informasi paling mencolok mengenai. Pemenang jabatan Kabag SDA.Semula yang mendaftar 7 orang dan  lolos kelengkapan berkas yang kemudian mereka ikut ujian tertulis dan asesmennya.Namun ketujuh calon tersebut sudah 'KO' alias tidak lolos ujian tertulis sehingga tidak ikut  untuk  tahap wawancara.Dengan demikian pelamar untuk Kabag SDA menjadi kosong.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Antonius Tumanggor, Kamis(6/5) usai menerima sejumlah 'keanehan' pengisian jabatan eselon III dan lurah.

Namun anehnya meski pesertanya sudah tidak ada lagi,Pansel yang diketuai Sekda Medan Wiriya Alrahman memenangkan peserta yang gagal jadi Camat Medan Belawan.Pemenangnya tercatat sebagai pelamar Camat Medan Belawan sementara yang bersangkutan tidak melamar sebagai Kabag SDA.

Inilah yang menjadi keanehan bagi kita sebab selain tidak transparan,Pansel juga tidak konsisten dengan uji kompetensinya.Bagaimana seorang pelamar Camat menjadi Kabag SDA sementara yang bersangkutan tidak melamar jabatan tersebut.Maka seharusnya Kabag SDA itu dikosongkan dan diseleksi ulang makanya pemenangnya itu harus dibatalkan.,tegas Antonius yang anggota dewan dari Dapil 1 itu.

"Saya ragu apakah Pak Wali tahu dengan keadaan yang sebenarnya dan apakah Pansel jujur kepada Pak Walikota,ujar Antonius.

Kasus lain, Kabid Promosi di Dinas PMPTSP yang dimenangkan pelamar Sekcam Medan Helvetia.Bedanya, peserta untuk jabatan itu 4 orang yang lolos untuk wawancara di Fisipol USU.Keempatnya ikut wawancara namun mereka kalah namun yang menang justru pelamar Sekcam Medan Helvetia.Nah ,ini lagi apa namanya,Kkan semakin aneh pekerjaan Pansel ini.

Makanya kita semakin menduga duga, ' Apa ada,Ada apa' dengan seleksi dengan uji kompetensi yang dilaksanakan Pemko Medan.

Dari kondisi inilah maka kita minta Walikota Medan Bobby Nasution membatalkan hasil seleksi yang diketuai Wirya Alrahman ini.

Kita ragu uji kompetensi tersebut apakah benar benar sudah menempatkan pejabat sesuai kemampuannya atau 'Ada apa dan Apa ada' di balik semuanya ini.

Kita sangat mendukung kebijakan Pak Walikota Medan Bobby Nasution untuk mencari pejabat yang kompeten dalam mendukung visi misinya di bidang pemberdayaan ASN.Tetapi yang kita sesalkan ketidakberesan pihak Pansel yang tidak ada transparansi dan ketegasan sistem.

Sebelumnya,Kepala BKD Muslim mengatakan bahwa uji kompetensi kerjasama dengan Fisipol USU dengan Tim Pemko Medan.Jadi yang menilai kompetensi itu Tim USU dan Pemko Medan.

Medan Marelan

Sementara itu,di tingkat lurah pun ada yang menang yang bukan pelamar di kelurahan tersebut bahkan ada yang aneh justru yang menang masih status staf biasa /pelaksana  padahal saingannya ada yang sudah berpengalaman sebagai kepala seksi di kelurahan.Anehnya, yang menang itu justru dari staf di Medan Johor tetapi menang sebagai lurah di Medan Marelan.

Dan soal adanya pemenang yang bukan peserta di jabatan tersebut, Muslim dengan enteng mengatakan bahwa sebagai ASN harus bersedia ditempatkan dimana saja.Juga mengenai adanya satu kelurahan bertambah dari 24 menjadi 25 katanya sudah diumumkan walau di website hanya 71.(rd)