TP-PKK Asahan Launching Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana

Asahan,DP News

Dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Asahan launching dan sosialiasi gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana secara virtual. 

Untuk mensosialisasikan gerakan nasional yaitu gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana, salah satunya adalah untuk menekan angka stunting. Hal itu disampaikan Ketua Umum TP. PKK Ny.Tri Tito Karnavian dalam Webinar PKK dengan tema “Launching dan sosialiasi gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana”. Acara digelar di Ruang Command Center Kantor Bupati, Senin (12/7).

“Melalui sosialisasi ini diharapkan agar para Ketua Tim Penggerak PKK dapat saling berkoordinasi baik para Ketua TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama seluruh anggotanya. Diharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pilot project ini,” kata Ketua Umum TP. PKK Ny.Tri Tito Karnavian.

Dalam kegiatan Video Conference (Vidcon) tersebut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Asahan beserta pengurus. Menanggapi hal tersebut Ketua TP. PKK Kabupaten Asahan Ny. Hj. Titiek Sugiharti Surya menegaskan siap mendukung gerakan tersebut pada masa pandemi Covid-19 ini.

Dasar hukum program ini yaitu Undang-Undang nomor 6 tahun 2014, serta Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2017. Arti keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana yaitu keluarga yang diprioritaskan, keluarga yang sehat, tanggap dan tangguh terhadap bencana, dalam pencegahan kejadian yang ada di rumah tangga maupun lingkungan, kata Titiek.

Latar belakang program ini yaitu karena akhir akhir ini Indonesia mengalami dampak penurunan kesehatan, kerusakan lingkungan dan belum maksimalnya perencanaan menuju keluarga sehat berkualitas, sehingga berakibat terjadinya bencana yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas dengan melakukan kampanye melalui pilot project gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana, ucap Ketua TP- PKK.

Untuk itu diperlukan individu, keluarga, dan masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan dan perencanaan dari aspek fisik, manusia maupun lingkungannya sehingga terjadi peningkatan kesehatan, peningkatan kelestarian lingkungan hidup, peningkatan perencanaan sehat, harap Titiek.

Sementara itu, program kerja gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana(2021-2024) yaitu:

Pada tahun 2021 diawali dengan launching dan sosialisasi, identifikasi masalah dan potensi lokasi proyek, evaluasi lokasi pilot proyek, pembekalan pilot proyek, pelaksanaan proyek, kampanye gerakan.

Tahun 2022 sampai dengan 2023 adalah pembinaan, pengawasan, pemantauan, evaluasi, pelaporan rutin, kampanye gerakan. Sedangkan pada tahun 2024 adalah pemantauan hasil akhir pilot proyek, evaluasi hasil akhir proyek, pelaporan hasil akhir bulan proyek, apresiasi keberhasilan proyek, replikasi bila proyek di desa atau kelurahan seluruh Indonesia, kampanye keberhasilan gerakan.(ZN)