Walikota Medan Ikuti Pidato Presiden Penyampaian RUU APBN 2022 Dalam Rapat Paripurna DPRD Medan

Medan,DP News

Wali Kota Medan M Bobby Nasution mengikuti Rapat Paripurna DPRD Medan dengan agenda mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun 2022 beserta nota keuangan dan dokumen pendukung lainya, di Gedung DPRD Medan, Senin (16/8).

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan, Hasyim ini turut juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda Kota Medan serta para pimpinan OPD dan anggota dewan yang mengikuti secara virtual.

Dengan tekun,para peserta rapat paripurna mengikuti tahapan acara guna mendengar pidato Presiden RI Joko Widodo.

Sementara itu,usai mengikuti rapat paripurna DPRD tersebut, kepada media, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan di hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 2021 yang jatuh pada hari Selasa besok tidak menggugurkan penerapan PPKM yang sudah ditetapkan. Semua kegiatan harus berlandaskan dengan protokol kesehatan.

"Apapun aktivitas masyarakat hari ini baik aktivitas sehari-hari, aktivitas ekonomi, belajar mengajar semua harus berlandaskan protokol kesehatan begitu juga besok apabila ada aktivitas dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan RI ke 76  harus tetap mengikuti prokes. Itu tidak boleh dilupakan."kata Bobby Nasution.

Sementara itu,Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan enam fokus utama dalam kebijakan APBN 2022.Pertama, melanjutkan upaya pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan. Kedua, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan. Ketiga, memperkuat agenda peningkatan SDM yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi. Kelima, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah. dan Keenam, melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero-based budgeting untuk mendorong agar belanja lebih efisien, memperkuat sinergi pusat dan daerah, fokus terhadap program prioritas dan berbasis hasil, serta antisipatif terhadap kondisi ketidakpastian.

Sedangkan terkait dengan Belanja Negara dalam RAPBN 2022, Presiden menyampaikan Belanja Negara dalam RAPBN 2022 direncanakan sebesar Rp2.708,7 triliun yang meliputi, belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.938,3 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp770,4 triliun.

Anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp.255,3 triliun, atau 9,4% dari belanja negara. Anggaran tersebut akan diarahkan untuk melanjutkan penanganan pandemi, reformasi sistem kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta kesinambungan program JKN.(rd)