Hilangkan Sidik Jari: Perampok 6,8 Kg Emas di Simpang Limun Pakai Hansaplas,Otak Pelaku Ditembak...

Medan,DP News 

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak melakukan konferensi pers perampokan toko emas di Simpang Limun beberapa minggu lalu. Turut hadir Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Walikota Medan Bobby Afif Nasution, Irwasda Poldasu Kombes Armia Fahmi dan PJU Poldasu di Halaman KS Tubun Polda Sumut, Rabu (15/9).

Dalam paparannya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra menyebutkan,lima orang tersangka dalam kasus perampokan toko emas di Simpang Limun. Aksi perampokan ini dilakukan dengan perencanaan yang matang.

Adapun kelima tersangka yakni berinisial F (21) warga Jalan Garu I, Gang Manggis, Medan Amplas, H (38) warga Jalan Paluh Kemiri Lubuk Pakam, P (32) warga Jalan Menteng VII, Gang Horas, Medan Denai, PR alias Bejo (26) warga Jalan Bangun Sari Lingk II Medan Johor, dan D.

“Petugas mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap tersangka inisial H, karena pada waktu pra rekontruksi, tersangka membahayakan keselamatan petugas, akhirnya H ditembak petugas dan meninggal dunia,” kata Panca.

Panca menambahkan, otak pelaku perampokan itu adalah tersangka H, kemudian tersangka H meminta D untuk mencari orang.Dan tersangka D menemukan orang yang dimaksud, yaitu P (32), F (21) dan PR (26) alias Bejo, lantas mereka dipertemukan dengan tersangka H, ujar Kapoldasu.

Sebelum melancarkan aksinya, mereka melakukan peninjaun ke lapangan 25 Agustus lalu.Setelah meninjau lokasi, lantas 3 orang ini melaporkan kepada H. Esok harinya mereka melakukan aksinya.

Dalam menjalankan aksi perampokan tersebut,mereka menempel hansaplas di jari tangannya masing-masing agar tidak terdapat sidik jari.

Kerugian dalam aksi perampokan toko emas tersebut sekitar 6,8 kilogram atau senilai Rp6,5 miliar. ( T. S )