Mantan Kadis Menjadi Kabid,Elfanda Ananda: Itu Diluar Kebiasaan,Jelaskan Regulasinya ke Publik....

Medan,DP News

Pengamat Kebijakan Publik Elfanda Ananda mengomentari bahwa apa yang terjadi di Kota Medan dimana ada mantan Kadis 'dipromosikan' menjadi kepala bidang atau eselon II menjadi eselon III sebenarnya diluar kebiasaan.Yang kita tahu kalau ada jabatan kepala dinas dilelang seperti di DKI zaman Ahok bisa saja terjadi karena evaluasi kinerja dan karena mau mencapai kinerja sesuai yg ditargetkan kepala daerah.

Namun, apa yang terjadi di Medan tidak seperti itu,kata Elfanda,apalagi tidak ada penjelasan tentang evaluasi kinerja mantan kepala dinas yang sekarang menjadi kepala bidang.Publik bertanya tanya, apakah memang kinerjanya yg rendah sehingga turun eselon atau ada hal yg lain.

Pendapat itu disampaikan Elfanda Ananda menanggapi mantan Kadis 'dipromosikan' menjadi kepala bidang di jajaran Pemko Medan,Senin(4/10).

Dari sisi akuntabilitas tentu saja bisa dilakukan sepanjang penilaian tersebut objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, apa yang disampaikan menurut Elfanda penjelasan Kepala BKD &SDM juga tidak jelas.Katanya sudah sesuai aturan, namun aturan yg mana tidak dijelaskan. Apakah ini konsekuensi dari perampingan birokrasi atau ada hal yang lain.

Justru mengherankan lagi, mantan eselon II atau mantan Kadis tersebut ternyata sudah melapor ke dinas dimana dia ditempatkan.Artinya, yg bersangkutan sudah mengerti dan paham dimana posisinya ditempatkan.

Karena ini diluar kebiasaan yang lazim terjadi tentunya publik Kota Medan butuh penjelasan kenapa ini terjadi.Apakah bisa dari sisi jenjang eselon biasanya naik ini bisa turun.Kalaulah ini dibenarkan tentunya ada dasarnya dari sisi regulasi, katanya.

Dari sisi karir tentunya bisa plus minus.Dari sisi  positifnya Kadis bisa mempertahankan kinerjanya sebaik mungkin agar tidak turun eselon. Namun, sisi negatif waktu yg dikorbankan mengabdi pada negara lewat ASN tentunya butuh kesabaran.Jangan sampai kesabaran itu hilang karena tidak ada penjelasan.

Pemko Medan harus menyelesaikan persolan ini sampai tuntas. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk bagi ASN yg hendak mengabdi pada negara.

Pemko sebaiknya harus membuka ruang penjelasan terhadap persoalan ini.Jangan sampai publik bertanya tanya dan menduga ada sesuatu yang kalau disimpan bisa jadi pendapat yang liar.

Sebagaimana diberitakan,dua mantan kepala dinas di jajaran Pemko Medan 'dipromosikan' menjadi kepala bidang di Dinas Pertanian dan Peternakan serta di Dinas Perindustrian.Kepala BKD &SDM Zain Noval mengakui adanya pengangkatan mantan Kadis menjadi kepala bidang dan sebagainya dah sesuai aturan tanpa merinci peraturannya.(rd)