Notification

×

Iklan

Iklan

Nigeria Berminat Pupuk Organik dan Vitamin Ternak, Indonesia Impor Minyak Mentah...

24 Juli 2022
Nigeria,DP News

Nigeria  sedang  menjajaki  kemungkinan  mendapatkan  beberapa  produk suplemen pertanian dari Indonesia, seperti vitamin tanaman dan vitamin ternak. Peluang tersebut rupanya disambut baik Nigeria.


Demikian terangkum dalam penjajakan bisnis (business matching) Indonesia dengan  Nigeria yang  digelar  secara  hibrida di  Ikeja, Nigeria  kemarin. 


Penjajakan diinisiasi Indonesian Trade Promotion Center(ITPC) Lagos dan The Nigerian Association of  Chamber  of  Commerce,  Industry,  Mines,  and  Agriculture  (NACCIMA),serta  didukung  Kedutaan Besar RI (KBRI) Abuja.


"Masih banyak ruang dan kesempatan untuk perbaikan, terutama untuk produk Indonesia seperti suplemen  pertanian.Dengan  penjajakan  bisnis  ini,diharapkan  Nigeria  dan  Indonesia  dapat memanfaatkan  potensi  masing-masing  untuk  mengembangkan  hubungan  perdagangan  kedua negara,” jelas Duta Besar Indonesia untuk Nigeria Usra Hendra Harahap dari kantor KBRI Abuja dalam siaran pers Kemendag,Sabtu(23/7). 


Dalam penjajakan bisnis  tersebut,  Indonesia  diwakili  produsen  pupuk  PT  Turrima  Agro  Mas, produsen komponen otomotif PT Astra Otopart, produsen kendaraan agrikultur PT Kreasi Mandiri Wintor  Indonesia,  dan  importir  kacang  mede  PT  Artisan  Vii  Agroindustri.  


Sementara  dari  Nigeria, dihadiri seluruh  anggota  NACCIMA.Adapun  bisnis  forum  tersebut  dihadiri 100 peserta yang berasal dari anggota NACCIMA dan beberapa UKM Indonesia. 


Kepala  Indonesian  Trade  Promotion  Center  (ITPC)  Lagos  Hendro  Jonathan  menjelaskan, dalam penjajakan bisnis terebut, mesin pengolah panen singkong, padi, kacang skala kecil dan menengah untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) juga menarik perhatian Nigeria.


Selain itu potensi pupuk  organik dan  vitamin  ternak  Indonesia  merupakan  daya  tarik  peserta  forum  untuk  dapat dijajaki dalam rangka mendukung perkembangan pertanian dan peternakan di Nigeria. 


”Pada   2021,total   perdagangan   Indonesia-Nigeria   tercatat   USD   2,5 miliar   dan   mengalami pertumbuhan  positif sebesar  59%  dari  tahun  2021. Hal  itu dikontribusi  ekspor  Indonesia ke Nigeria sebesar USD 463 juta.Pada  Januari—Mei  2022,  total  perdagangan  Indonesia-Nigeria  tercatat  USD  2  miliar. 


Nilai  ini meningkat 92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingginya pertumbuhan total  perdagangan  kedua  negara  disumbangkan  total  ekspor  Indonesia  ke  Nigeria  mencapai USD 287 juta dengan pertumbuhan 1,7 persen dibandingkan tahun lalu.


Di sektor migas, Indonesia mengimpor dari Nigeria minyak mentah. Di sektor non migas, Indonesia mengimpor biji kakao; aluminium mentah; bijih seng dan konsentrat; dan kacang tanah,”jelas Hendro.


Hendro  meyakini,  penjajakan  bisnis  ini  dapat  membuka  lebih  banyak  pintu  dan  mengembangkan lebih  banyak  hubungan  bisnis  di  sektor  apa  pun  antara  dua  negara.  


Dalam  paparannya,  ia  juga mengajak  anggota  NACCIMA  untuk  mengunjungi  dan  memaksimalkan  Trade  Expo  Indonesia (TEI) yang  diagendakan  pada  19--23Oktober  di  ICE  BSD  Indonesia.TEI  tahun  ini  yang  diselenggarakan secara luringmerupakan  kesempatan  yang  baik  bagi  pembeli  Nigeria  untuk  melihat  langsung keunggulan produk dan jasa Indonesia.


Turut  hadir  dalam  penjajakan  bisnis  tersebut  Presiden  NACCIMA  Ide  John  C.  Udeagbala  dan perwakilan Komite Afrika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sylvie Thomas. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Nigeria dimulai pada 1960-an ketika Indonesia membuka misi diplomatik residennya di Lagos tahun 1965. 


Kemudian pada 1976, Nigeria membalas dengan membuka  misinya  di  Jakarta.Saat  ini,  Indonesia  mengakui  pentingnya  peran  Nigeria  di  kawasan Sub-Sahara  yang  telah  menjadikan  Nigeria  sebagai  pintu  gerbang  ke  Afrika  Barat  dan  Tengah. Nigeria juga menjadi salah satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia.(RaKar/d) 

























×
Berita Terbaru Update