Notification

×

Iklan

Iklan

Sandiaga Undang Investor Kembangkan 5 DSP: Danau Toba Butuh Investasi Rp6, 7 T

31 Juli 2022

 

Foto: Menparekraf Sandiaga S Uno Saat Menikmati Keindahan Danau Toba/Dok
Jakarta,DP News

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno undang para investor untuk berinvestasi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) khususnya di 5 destinasi super prioritas (DSP) dan 8 kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata.


Hingga saat ini tercatat kebutuhan investasi dan pembiayaan di 8 KEK Pariwisata seperti Morotai, Singosari, Tanjung Lesung, Likupang, Lido, Nongsa, Tanjung Kelayang, dan Mandalika sebesar Rp226,79 triliun. 


Sedangkan kebutuhan investasi dan pembiayaan di tiga Badan Otorita Pariwisata yaitu Borobudur, Labuan Bajo, dan Danau Toba sebesar Rp6,7 triliun.


Menparekraf Sandiaga di "Forum Investasi dan Pembiayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif" yang merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf, Kementerian Investasi/BKPM, Artotel Group, dan Himpunan Anak Media (HAM menjelaskan forum ini terselenggara dalam rangka mengakselerasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). 


“Kami menggelar forum agar investor teredukasi termasuk tentang peluang investasi dan pembiayaan di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) dan juga 8 KEK yang siap ditawarkan kepada para investor,” ujar Sandiaga Uno sebagaimana dalam laman Kemenparekraf,Minggu(31/7). 


Yang paling mendesak adalah realisasi investasi akomodasi di 5 DSP. Selain itu juga investasi yang mendukung kesiapan Indonesia menggelar event-event berskala internasional seperti KTT G20 atau ASEAN Summit.


Dengan terbukanya peluang investasi maka diharapkan mendorong penciptaan kebangkitan ekonomi dan lapangan kerja yang ditargetkan tahun ini tercipta 1,1 juta lapangan kerja baru.


Sesuai arahan Presiden, bahwa proyek-proyek infrastruktur harus selesai dari 2023-2024, tidak boleh ada yang mangkrak. Untuk itu investor harus bergegas menyelesaikan pembangunannya, sehingga pada 2024 target 4,4 juta lapangan kerja baru dapat terealisasikan,” ujarnya.


Peluang tersebut, kata Menparekraf Sandiaga, juga terlihat ketika pada Mei 2022 World Economic Forum merilis daftar Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2022 di mana Indonesia berada di peringkat 32 dari 117 negara atau naik 12 posisi dibandingkan pada 2019.


“Para investor melihat ada peluang yang signifikan yang dilihat dari TTDI Indonesia yang naik 12 peringkat di atas Thailand dan Malaysia. Sehingga ini membuka kesempatan untuk berinvestasi,” katanya


Menparekraf menjelaskan, sistem KEK ini menarik karena bisa memberikan insentif dari keuangan, perpajakan, pembiayaan, dan pengelolaan lahan. KEK ini adalah model yang juga sudah digunakan negara-negara lain. 


“Diharapkan melalui forum ini, kita dapat menyaksikan peluang-peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta dapat disusun skema-skema pembiayaan yang bisa diterapkan pada project pariwisata lainnya sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan di 5 DSP dan 8 KEK Pariwisata,” ujarnya. 


Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung menambahkan, forum ini bertujuan mendorong percepatan pembangunan KEK pariwisata, Kawasan Otoritatif Badan Otorita Pariwisata, dan Sustainable Tourism Investment Project melalui penyediaan alternatif skema pembiayaan yang bisa diberikan oleh Lembaga Pembiayaan maupun oleh investor lainnya.


"Melalui forum ini diharapkan dihasilkan komitmen positif antara lembaga pembiayaan dengan pengelola kawasan guna mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan project pariwisata,” katanya.


Dalam Forum tersebut, hadir sebanyak 97 undangan investor dari tanah air dan juga dihadiri oleh Ketua Tim Pengarah Tim Akselerasi dan Monev KEK Pariwisata (Menteri Pariwisata Periode 2014-2019) Arief Yahya; Tenaga Ahli Utama Kedeputian 1, Kantor Staf Presiden Albertien E. Pirade; Founder & CEO Artotel Group Erastus Radjimin; Ketua Himpunan Anak Media Arief Suharto; Direktur Utama PT Banten West Java Purnomo; serta Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama David Santoso. 


Selain itu hadir pula Direktur Keuangan dan Strategi PT ITDC Nugdha Achadie; Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Shana Fatina; Direktur Industri dan Kelembagaan Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Bisma Jatmika; dan Kepala Divisi Investasi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Ryan Manurung.(RaKarTim DP/r). 























×
Berita Terbaru Update