Notification

×

Iklan

Iklan

Keren... Ulos 700 M Diarak Keliling 32 Km di Perkampungan Raja Batak di Pusuk Buhit

17 Oktober 2022
Foto: Ulos 700 M Diarak Keliling 32 Km di Perkampungan Raja Batak,Senin(17/10) Dalam Rangkaian Peringatan Hari Ulis Nasional

Samosir,DP News

Parade Ulos 700 meter yang diarak sepanjang jalan 32 Km di sekitar Pusuk Buhit semarakkan Hari Ulos Nasional,17 Oktober.Dengan capaian 700 M yang dikerjakan cuma 5 minggu diharapkan bisa memecahkan rekor baru mengalahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang sebelumnya sepanjang 500 meter.


Arak-arak ulos tersebut digelar saat acara “Hari Ulos Nasional” di Perkampungan si Raja Batak di Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir,Senin (17/10).


Ratusan anak sekolah,pemuda bahkan Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH langsung ikut mengarak ulos sepanjang 700 meter keliling Pusuk Buhit sejauh 32 kilometer. 


Ternyata ulos terpanjang di dunia itu dikerjakan secara singkat dan profesional oleh 5 orang penenun dari tim Kyan Ulos asal Kota Pematang Siantar selama 5 minggu.


Bahkan pembuatannya diketahui dilakukan dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) secara singkat. Dengan bahan yang digunakan berupa benang tanpa terputus sepanjang 700 meter.


Owner Kyan Ulos Siantar, Fony Sitanggang mengatakan durasi pembuatan ulos tersebut dilakukan secara singkat dan hanya menggunakan waktu selama 5 minggu dan ternyata dapat terealisasi dengan sukses sepanjang 700 meter lebih.


Wanita penerima penghargaan Siddhakarya Tingkat Provinsi Sumatera Utara dan Paramakarya Tingkat Nasional ini menjelaskan bahwa selain ingin melestarikan ulos sebagai warisan budaya Indonesia, pastinya, hal ini bisa meningkatkan ekonomi para penenun. Khususnya para ibu rumah tangga yang bisa membantu perekonomian keluarganya.


“Waktu pembuatan ulos ini hanya 5 minggu menggunakan tenaga profesional,” kata Fony Sitanggang.


Menurut Fony bahwa ulos memiliki makna yang sangat tinggi nilainya dan tidak dapat dipisahkan dari siklus kehidupan orang Batak. Mulai dari masih di dalam kandungan, saat kelahiran, menikah dan pada saatnya dipanggil kembali oleh Sang Maha Kuasa.


Sekedar diketahui Kyan Ulos merupakan UKM yang bergerak dibidang tenun ulos hingga butik bernuansa budaya batak pertama di Siantar, mulai dari jas, kemeja hingga asesoris bernuansa ulos batak.


“Hari ini kita melakukan arak-arakan ulos sepanjang 700 meter yang dibuat Kyan Ulos dari Siantar. Ulos ini dibawa keliling pusuk buhit sejauh 32 km.


“Ulos 700 meter ini sudah terdaftar di MURI. Namun hari ini kita masih fokus diacarnya ini. Rencanya program kedua, baru fokus ke MURI karena ada beberapa hal yang dilengkapi. Yang jelas kita sudah terdaftar,” bebernya.


Menurutnya selain melestarikaan budaya batak kegiatan tersebut juga untuk meminta kepada Pemerintah agar 17 Oktober dijadikan sebagai Hari Ulos Nasional. Serta ulos juga diusulkan agar menjadi warisan budaya tak benda dunia ke UNESCO.

























×
Berita Terbaru Update