![]() |
| Foto: Jurubicara DPRD Dapil II Kota Medan H Muslim Harahap |
Jurubicara Dapil II Kota Medan Dr Drs H Muslim, M.S.P., menekankan pentingnya normalisasi Sungai Deli dan Sungai Badera sebagai solusi utama penanggulangan banjir di Kota Medan.Normalisasi terakhir dilakukan tahun 2000. Kalau tidak ada normalisasi, mustahil banjir bisa ditangani secara maksimal.
Selain itu juga meminta agar alokasi 35 persen APBD untuk wilayah Medan Utara segera direalisasikan mengingat kawasan tersebut menjadi wilayah paling rentan terdampak banjir.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Reses Keempat Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Kota Medan Daerah Pemilihan (Dapil) 1 sampai 5 di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (19/1).
Rapat paripurna dibuka dan dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., didampingi Wakil Ketua DPRD H. Rajudin Sagala, S.Pd.I. Sidang turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, anggota DPRD Kota Medan, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta camat se-Kota Medan.
Sementara itu,Jurubicara Dapil III Edwin Sugesti Nasution menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan rusak, bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta fasilitas pendukung sekolah.
“Masyarakat juga mengeluhkan harga sembako dan meminta bantuan modal usaha agar ekonomi keluarga bisa meningkat,” ungkapnya.
Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa hasil reses DPRD merupakan gambaran nyata kebutuhan masyarakat yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh perangkat daerah.
“Saya meminta seluruh OPD memberikan perhatian serius dan tindak lanjut konkret terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses ini,” ujarnya.
Rico Waas juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan Kota Medan yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.Rumapea/Redaksi
