![]() |
| Foto: Petugas Damkarmat Medan Saat Membersihkan Tumpukan Lumpur di Perkantoran Aceh Tamiang |
Pemko Medan kerahkan armada pemadam kebakaran,backhoe loader, empat unit dump truck untuk membantu penanganan lumpur pasca banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan yang dikerahkan merupakan kolaborasi antara dua instansi teknis, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.
Berdasarkan data, Dinas Damkarmat Medan menurunkan dua unit mobil pemadam jenis fire truck yakni PK 48 dan PK 49, serta armada truk pendukung berkapasitas 5.000 liter per unit yang digunakan untuk pembersihan lumpur di area pemukiman dan jalan protokol.
Sementara itu, untuk menangani kerusakan infrastruktur dan tumpukan material berat, Dinas SDABMBK mengerahkan kekuatan penuh berupa satu unit motor grader, dua unit backhoe loader, empat unit dump truck, serta tiga unit trado untuk mobilisasi alat.
Kehadiran alat berat dan personel ahli ini menjadi bukti nyata komitmen Wali Kota Medan dalam semangat kolaborasi antar-daerah di Sumatera. Diharapkan dengan sinergi ini, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang dapat segera pulih kembali.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto meninjau langsung proses pemulihan di lokasi terdampak dan menyaksikan langsung dedikasi para petugas dari Pemko Medan yang sedang bekerja membersihkan sisa-sisa material banjir.
![]() |
| Foto: Petugas Damkarmat Medan Saat Melayani Warga Yang Butuh Air Bersih di Aceh Tamiang |
Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Kota Medan jalankan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang pascabanjir besar yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Selama hampir satu bulan penuh, puluhan personel korps baju biru ini berjibaku membersihkan sisa-sisa material banjir yang melumpuhkan sejumlah fasilitas umum.
"Petugas kita membersihkan sejumlah fasilitas umum sepertKantor r Bupati, kantor Dinas hingga Kantor Kecamatan. lalu juga membersihkan rumah ibadah, sekolah dan permukiman warga di Desa Kota Lintang Bawah yang menjadi salah satu titik terdampak banjir cukup parah,"kata Wandro Malau.Tumpal S/Redaksi

