Samosir,DP News
Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir mengusung tema “Samosir Rumah Kita” dan subtema “Hidup Selaras Alam, Tingkatkan Hidup Rukun Menuju Indonesia Emas 2045" digelar di Segmen 5 Waterfront Pangururan,Jumat (27/2), diawali ibadah oikumenis dipimpin Pastor Ivo Sinaga.
Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom dan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk yang kemudian dibagikan secara simbolis kepada perwakilan sembilan kecamatan
Momentum Hari Jadi ke-22 ini menjadi sarana refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk terus berbenah, memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Perayaan Hari Jadi tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Pemprovsu H Muhammad Suib, Sekda Tapteng Binsar Sitanggang, Pj Bupati Samosir periode 2004–2005 Wilmar Simanjorang, mantan Wakil Bupati Samosir Ober Sagala dan Juang Sinaga,para Pemrakarsa Pembentukan Kabupaten Samosir dan lainnya.
Bupati menegaskan bahwa tema “Samosir Rumah Kita” memiliki makna mendalam sebagai simbol tempat bertumbuh, berinteraksi, dan saling menguatkan, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kebersamaan yang mencerminkan identitas, nilai spiritual, sosial, dan harmoni dengan alam serta Tuhan.
“Rumah dalam filosofi Batak adalah tempat pemersatu keluarga, tempat manusia berinteraksi dengan sesama dan dengan Tuhan. Karena itu, kita patut menjaga dan memperindah rumah kita ini tanpa kehilangan identitas, Selamat hari jadi ke-22 untuk Samosir dan seluruh masyarakat.” kata Vandiko.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewariskan Samosir yang lebih damai, maju, dan sejahtera kepada generasi mendatang, dengan menjaga lingkungan serta memperkuat kerukunan hidup di tengah keberagaman demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sementara itu Gubsu diwakili Asisten Administrasi Umum H Muhammad Suib Sitorus mengatakan, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penuh makna untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, serta memperkuat tekad melanjutkan pembangunan menuju masa depan yang lebih baik.
“Dalam rumah besar bernama Samosir ini, tidak ada yang berjalan sendiri. Semua harus bersatu demi kemajuan daerah” ujarnya.
Muhammad Suib mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan nilai-nilai luhur Batak Toba, dan menjadikan Samosir sebagai rumah bersama yang nyaman, produktif, dan penuh harapan.Rumapea/Redaksi
