Notification

×

Iklan

Iklan




Komisi 3 DPRD Medan Minta Dispar Tindak Tegas Usaha Hiburan Beroperasi di Bulan Ramadan

24 Februari 2026

 

Foto: Rapat Dengar Pendapat Komisi 3 DPRD Medan Bersama Dinas Pariwisata Medan,Selasa(24/2)
Medan,DP News 

Ketua Komisi 3 DPRD Medan Salomo TR Pardede minta Dinas Pariwisata Medan tindak tegas pelaku usaha hiburan dan permainan ketangkasan yang melanggar Surat Edaran (SE) Walikota Medan tentang penutupan sementara di bulan suci Ramadhan 1447 H/Tahun 2026 M. 


Hal itu disampaikan Salomo TR Pardede saat rapat bersama Dinas Pariwisata Medan di Gedung DPRD Medan,Selasa (24/2) dipimpin Ketua Komisi 3 Salomo TR Pardese didampingi Wakil Ketua Komisi T Bahrumayah dan Sri Rezeki juga dihadiri Kadis Pariwisata Odie Anggia Batubara dan sejumlah stafnya.


"Jangan pilih kasih soal penertiban. Karena akan berdampak dan memicu keributan. Tetapi lakukan pengawasan dengan benar dan melalui persuasif,” tandas Salomo.


Karena menurut Salomo, hingga hari puasa keenam, masih saja ada pelaku usaha yang tidak mengindahkan SE termasuk usaha gelanggang permainan ketangkasan Biliard yang masih buka diluar waktu yang ditentukan..


Menanggapi kondisi tersebut, Kadis Pariwisata M Odie Anggia Batubara mengatakan akan mengamankan SE Walikota tersebut dan tetap akan kita pantau tempat hiburan lainnya,” ujar Odie.


Odie menjelaskan, pihaknya secara proaktif tetap mengingatkan pengusaha hiburan dan rekreasi khususnya yang menjual minuman beralkohol.


Sebagaimana diketahui, SE Walikota Medan No 400.8.3.2/145226 Tahun 2026 tentang penutupan sementara tempat usaha hiburan dan rekreasi pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah.


Sehubungan dengan itu, kepada pelaku usaha diwajibkan untuk mematuhi mulai tgl 18 Februari 2026 sd 20 Maret 2026. Kepada pelaku hiburan malam yakni diskotik, klub malam, Pub/music hidup, laraoke, rumah pijat dan oukup, SPA dan Bar/rumah minum wajib untuk tidak menyelenggarakan kegiatan usaha.


Sedangkan usaha permainan ketangkasan kecuali arena permainan anak anak dibataai penyelengaraan yakni pukul 10.00 - 18.00 WIB dan tidak menjual alkohol.


Kepada pelaku restoran usaha restoran yang menyediakan kegiatan music religi wajub mengurangi volume suara dan memperhatikan kegiatan rumah inadah terdekat.Rumapea/Redaksi

| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |