![]() |
| Foto: Paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangun Masa Jabatan 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2) Dipimpin Walikota Medan Rico Waas |
Kondisi PKTM(Pergudangan Kota Tanjung Mulia) seluas 12,5 Ha mendapat sorotan dari Walikota Medan Rico Waas karena belum dimanfaatkan secara maksimal.Sebab,dari 12,5 Ha masih sekitar 4 Ha saja termanfaatkan sedangkan 8 Ha lagi terbengkalai.Untuk itu,dibuka opsi pembangunan mandiri maupun kerja sama pihak ketiga apabila kondisi fiskal daerah belum memungkinkan investasi penuh.
Hal tersebut terungkap dalam paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan masa Jabatan 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2).l dipimpin Walikota Medan Rico Waas.
“Kalau keuangan kita berat, ayo kita kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan,” tegas Rico.
Pemko katanya siap mendukung perbaikan akses jalan guna meningkatkan nilai bisnis kawasan tersebut.
Menurut Rico, perusahaan daerah itu tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Reformasi manajemen, disiplin bisnis, dan langkah konkret menjadi kunci. Dari lima unit usaha yang dikelola, Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas, Rico Waas menyebut 4 unit diantaranya memiliki potensi profit jika dikelola serius dan profesional.
Terkait Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berada di pusat kota, Rico Waas menilai keduanya seharusnya menjadi aset paling produktif. Namun ia mengingatkan, bisnis di kawasan strategis hanya akan berhasil jika didukung infrastruktur dan fasilitas memadai. Khususnya Kolam Renang Deli, ia menekankan agar fungsi utama tidak berubah.
“Jangan kehilangan asetnya, jangan berubah fungsi. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang,”ujar Rico.
Sementara itu, Dirut PUD Pembangunan Septianus Bate’e mengakui perusahaan masih defisit rata-rata Rp289 juta per bulan. Unit pergudangan menjadi penopang utama dengan kontribusi 73,25 persen dari total pendapatan. Namun beban operasional Rp367 juta per bulan, PBB sekitar Rp1,2 miliar per tahun, serta tunggakan hak pegawai membuat perusahaan belum sehat secara finansial.
"Transformasi Medan Zoo juga disiapkan melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan", ujarnya.Rumapea/Redaksi
