![]() |
| Foto:Gubsu Bobby Afif Nasution Dampingi Mendagri Tito Karnavian Tinjau Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kamis (5/2) |
Warga Desa Tandihat sudah hampir 2 minggu menempati Huntara(Hunian Sementara) di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan dengan fasilitas tempat tidur, kamar mandi, dapur dan fasilitas lainnya sehingga merasa sudah jauh lebih nyaman lah daripada di pengungsian.
N Dalimunthe bersama warga terdampak lainnya telah menempati Huntara tersebut selama dua pekan mengaku sebagai petani/pekebun yang kehilangan tempat tinggal akibat rusak berat diterjang banjir bandang.
Dikisahkannya,kebun juga banyak rusak namun yang paling sulit sekarang, jalan menuju kebun itu kan putus. Jadi kami kesulitan untuk bisa ke sana. Kalau bisa, ada bantuan pemerintah membangun kembali akses jalan ke ladang (kebun) secepatnya.
Penuturan tersebut disampaikan warga korban banjir bandang kepada Mendagri Tito Karnavian pada peresmian Huntara bagi masyarakat terdampak bencana Sumatera yang dipusatkan di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan,Kamis (5/2).
Tito menyebut upaya Pemprovsu berjalan kolaboratif, sehingga mengefektifkan pelaksanaan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di sejumlah kabupaten terdampak terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan yang merupakan kawasan terparah dari total 18 kabupaten/kota di Sumut.
Selain itu, Tito menegaskan bahwa anggaran atau dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat kepada tiga provinsi terdampak dapat digunakan sesegera mungkin, sesuai Permenkeu terkait pemulihan pascabencana Sumatera, termasuk Sumut.
"Jadi kepada Gubernur, Pak Bobby Nasution, karena ini bencana provinsi, maka dana TKD bisa digunakan secepatnya. Pekan depan saya siapkan petunjuk teknisnya, dan buatkan Pergubnya, beritahukan ke DPRD. Sehingga tidak memerlukan pembahasan dan persetujuan dewan, mengingat ini soal bencana," jelas Tito.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution menjelaskan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memitigasi bencana sesuai porsi dan kewenangan masing-masing, sekaligus memperkuat upaya pemerintah pusat dalam percepatan pemulihan pascabencana.
"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah menyiapkan anggaran dana tunggu hunian (DTH) kepada masyarakat terdampak bencana. Namun dari Bupati Tapsel, Pak Gus Irawan meminta bantuan tersebut dialihkan untuk membantu perbaikan akses jalan masyarakat yang terputus akibat banjir dan longsor," ungkap Gubernur.
Untuk itu, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, sekaligus mengolaborasikan langkah bersama antara provinsi dan kabupaten/kota dalam memulihkan kondisi masyarakat melalui program R3P.Rumapea/Redaksi
