![]() |
| Foto: Sebanyak 50 KK Korban Banjir Bandang November Terima Bantuan Perbaikan Rumah Rusak,Selasa(3/3) di Gedung PKK Medan. Medan,DP News |
Sebanyak 50 KK korban bangunan rusak dampak banjir bandang hidrometeorologi Siklon Senyar November lalu menerima bantuan dengan total anggaran Rp1,095 M.Diantaranya, 27 KK kategori rusak ringan menerima Rp15 juta per rumah dengan total Rp405 juta,23 KK kategori rusak sedang menerima Rp30 juta per rumah dengan total Rp690 juta.
Program ini sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Medan yang diserahkan secara simbolis Wakil Walikota Medan H Zakiyuddin Harahap,Selasa (3/3) di Gedung PKK Medan. Di antara para penerima bantuan, Nurhaida Manurung dan suaminya, Maju Simangunsong, warga Jalan Starban, Polonia, Medan, menjadi salah satu korban terdampak paling parah. Banjir dahsyat menyebabkan dua bangunan milik mereka hanyut, termasuk dapur dan rumah sewa yang sebelumnya dibangun dari pinjaman modal. Saat ketinggian air mencapai lebih dari dua meter, Nurhaida dievakuasi Tim SAR menggunakan perahu karet ke pengungsian. Sementara itu, suaminya yang telah 14 tahun menderita stroke dievakuasi ke rumah anaknya di Simalingkar. Dalam situasi tersebut, Nurhaida juga mengalami cedera kaki akibat terjatuh dari tangga. “Semua habis. Rumah sewa itu sumber harapan kami. Sekarang tinggal gaji pensiun sekitar Rp900 ribu setelah dipotong angsuran pinjaman bangunan yang sudah hanyut,” ujarnya lirih. Ia mengaku bantuan perbaikan rumah dari Pemko Medan menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan usia dan kondisi kesehatan suaminya. Duka serupa dirasakan warga bantaran Sungai Belawan. Hujan deras pada akhir November membuat sungai meluap dan menerjang permukiman di Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, Kelurahan Tanjung Gusta,Medan Helvetia, menjelang subuh 28 November. Banjir kiriman kembali datang keesokan harinya dan memperparah kondisi warga. Mardian Habibie Gultom, warga Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, mengatakan banjir kali menjadi ujian berat bagi keluarganya yang memiliki empat anak. Mereka sempat bertahan di lantai dua rumah sebelum akhirnya memutuskan mengungsi demi keselamatan. Sementara itu, tetangganya, Sunarto, sopir perusahaan yang tinggal bersama istri dan dua anaknya di alamat yang sama, harus menerima kenyataan pahit ketika tembok dan atap rumahnya roboh diterjang arus deras. “Air datang sangat kuat, tiba-tiba tembok jebol dan atap runtuh,” tuturnya. Ketinggian air yang mencapai 1,2 hingga 2 meter membuat warga tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga, kendaraan, maupun dokumen penting. Warga sempat mengungsi ke SMP Negeri 40 Medan meskipun lokasi tersebut juga terdampak banjir setinggi sekitar satu meter.
Mardian Habibie Gultom dan Sunarto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan atas bantuan yang mereka terima. Mardian mengaku perhatian pemerintah membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi musibah, sementara Sunarto berharap proses perbaikan rumah dapat segera tuntas agar keluarganya kembali tinggal dengan aman dan nyaman.Tumpal S/Redaksi |
