![]() |
| Foto: Sebanyak 57 Pelari Lomba 100K TOTK by UTMB 2026 di Segmen V Water Front City Pangururan, Sabtu (13/6) Dilepas Gubsu Bobby Nasution Didampingi Bupati Samosir Vandiko Gultom |
Sebanyak 57 pelari kategori 100K dari berbagai negara memulai perjalanan panjang mereka menyusuri jalur menantang yang menjadi ciri khas Trail of The Kings.Start di Pangururan, para peserta akan melintasi Paraduan, Ronggur Nihuta, Huta Tinggi, Sitao-tao, kawasan sakral Pusuk Buhit, Pusat Informasi Geopark, SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula, Ginolat, Bonan Dolok, Bukit Burung, sebelum kembali finis di Water Front City Pangururan.
Bukan sekadar lomba lari, rute tersebut menjadi panggung alam yang memperlihatkan wajah asli Samosir.Hamparan perbukitan hijau, panorama Danau Toba dari ketinggian, jalur hutan, serta perkampungan masyarakat Batak yang masih mempertahankan tradisi menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta.
Para pelari diberi batas waktu maksimal 30 jam untuk menyelesaikan lintasan tersebut. Ketahanan fisik, strategi, dan kemampuan beradaptasi dengan medan menjadi kunci utama dalam perlombaan yang kini semakin dikenal di tingkat internasional itu.
Usai melepas peserta lomba 100K Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 di Segmen V Water Front City Pangururan, Sabtu (13/6),Gubsu Bobby Nasution mengatakan peningkatan jumlah negara peserta menjadi indikator bahwa Trail of The Kings semakin dikenal di kancah internasional dan memiliki peran penting dalam mempromosikan destinasi wisata Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir.
"Pada tahun kedua penyelenggaraan ini, jumlah negara asal peserta meningkat dari 27 negara menjadi 34 negara. Ini menunjukkan bahwa Trail of The Kings semakin mendapat perhatian dunia. Kita berharap tahun depan jumlah negara peserta kembali bertambah karena event seperti ini sangat efektif untuk memperkenalkan keindahan pariwisata Samosir dan Danau Toba kepada masyarakat internasional," ujar Bobby.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Gultom menyampaikan rasa bangganya karena Samosir kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang lari trail internasional yang masuk dalam kalender olahraga dunia.
"Melalui Trail of The Kings, para pelari tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga menikmati pengalaman yang unik saat menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Samosir. Kami berharap para peserta membawa pulang cerita indah tentang Samosir dan Danau Toba ke negara masing-masing," kata Vandiko.
Kehadiran ribuan pelari, offisial, dan pendamping selama pelaksanaan event memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
"Sport tourism telah menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Samosir. Kami berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan event internasional yang mampu mengangkat nama Samosir dan Danau Toba di tingkat global," tambahnya.Rumapea/Redaksi
