![]() |
| Foto: Parliament Tour mahasiswa Universitas Dharmawangsa (Undhar) diterima Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua H Zulkarnaen, H Rajuddin Sagala,Senin(20/7) |
Parliament Tour mahasiswa Universitas Dharmawangsa (Undhar) diterima Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua H Zulkarnaen, H Rajuddin Sagala serta serta Anggota Komisi 3 DPRD Medan, Agus Setiawan di Gedung DPRD Medan,Senin (20/7).
Dijelaskan bahwa DPRD Medan merupakan "rumah rakyat" tempat para wakil rakyat menjalankan tugasnya sehari-hari, mulai dari rapat Badan Anggaran (Banggar) hingga pembahasan peraturan daerah.
"Kami di DPRD mempunyai tiga tupoksi utama: pertama pembahasan anggaran melalui Banggar untuk kesejahteraan masyarakat Kota Medan, kedua pembentukan peraturan daerah (Perda), dan ketiga fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan," ujar Wong di hadapan puluhan mahasiswa.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka yang diisi oleh sejumlah perwakilan mahasiswa dengan berbagai persoalan krusial di Kota Medan.
Muhammad Jefri, mahasiswa Fakultas Hukum Undhar, menyoroti persoalan banjir rob di kawasan Young Panah Hijau,Medan Labuhan, yang diduga diakibatkan oleh aktivitas penimbunan dan pembangunan di bekas kawasan perkebunan dan persawahan.
Jefri juga mengeluhkan maraknya kasus begal di Sei Canang serta tawuran di Belawan akibat minimnya patroli.
Menanggapi hal tersebut, Wong Chun menyatakan akan meneruskan persoalan dampak lingkungan tersebut ke Komisi 4 untuk ditinjau langsung ke lapangan.
Terkait maraknya peredaran narkoba dan kejahatan jalanan di kawasan Medan Utara, pimpinan dewan memastikan pihak kepolisian bersama TNI terus meningkatkan patroli serta koordinasi lintas instansi untuk menekan angka kriminalitas.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa lainnya, Roberto, menyoroti antrean panjang kendaraan di SPBU Jalan Adam Malik.
Menanggapi keluhan ini, Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen menjelaskan bahwa antrean tersebut sempat terjadi akibat kendala distribusi dari PT Pertamina Depot Belawan serta penyesuaian rantai pasok. Namun, berkat koordinasi cepat dengan pihak terkait dan pengamanan distribusi, situasi berangsur normal.Rumapea/Redaksi
