![]() |
| Foto: Anggota DPRD Medan Afif Abdillah |
Anggota DPRD Medan Afif Abdillah mengatakan sejumlah program nasional yang disampaikan Presiden Prabowo juga berpotensi diakomodasi dalam program Pemko Medan pada 2027. Apalagi saat ini DPRD Medan tengah membahas KUA-PPAS dan RAPBD 2027.Selain kesehatan, Afif menyebut sektor pendidikan juga menjadi perhatian.
Menurutnya, pemerataan program pendidikan masih perlu ditingkatkan di sejumlah sekolah yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Afif usai menghadiri siaran langsung Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI secara live Streaming di Gedung DPRD Kota Medan, Jumat (14/8).
"Pendidikan kita kan belum rata ke seluruh sekolah yang membutuhkan. Maka dari itu, kemungkinan di KUA-PPAS kita akan bahas nanti di Badan Anggaran agar bisa menyesuaikan dengan apa yang menjadi program nasional," jelasnya.
Terkait revitalisasi Puskesmas, termasuk fasilitas rawat inap di 21 kecamatan, Afif mengatakan tidak seluruh Puskesmas memiliki layanan rawat inap. Sebagian masih berstatus rawat jalan.
"Tidak semua Puskesmas rawat inap, ada beberapa Puskesmas masih rawat jalan. Tapi memang mengarah kebijakan nasional lebih ke rawat inap sekarang," ungkapnya.
Dia menyebut terdapat sejumlah penyakit yang menurut kebijakan nasional tidak harus ditangani di rumah sakit, melainkan dapat ditangani di Puskesmas. Karena itu, penguatan fasilitas Puskesmas dinilai perluv menjadi fokus Pemko Medan.
"Ada 144 penyakit yang tidak boleh ditangani di rumah sakit, harus ditangani di Puskesmas. Maka itu yang harus menjadi fokus pemerintah kota dalam revitalisasi yang ada sekarang," katanya.
Afif juga menyebut pada pembahasan tahun sebelumnya terdapat usulan pembangunan tiga Puskesmas baru. Namun, dia belum mengetahui secara rinci perkembangan pembangunan ketiganya karena pembahasan KUA-PPAS 2027 belum sampai pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
"Yang diajukan ke kami tahun lalu ada tiga Puskesmas baru. Mungkin itu kita bisa coba tanyakan nanti bagaimana prosesnya, progresnya, dan apakah rawat inap sudah dimasukkan ke dalamnya," ujarnya.
Saat ditanya mengenai lokasi tiga Puskesmas tersebut, Afif mengatakan pihaknya belum melihat secara detail perkembangannya.Rumapea/Redaksi
