![]() |
| Foto: Walikota Medan Rico Waas Bersama Ketua TP PKK Airin Rico Waas Saat Meninjau Rumah Jaipah di Jalan Bunga Sakura Medan Tuntungan,Rabu(5/8) |
Lebih dari 20 tahun, Jaipah tinggal di rumah di Jalan Bunga Sakura, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, dengan atap dan dinding yang kerap bocor. Setiap hujan turun, baskom pun disiapkan untuk menampung air yang merembes dari atap.
Kini, kondisi rumah Jaipah telah berubah. Rumah tersebut direhabilitasi melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemko Medan.
“Sekarang kami ini enak, tenang, nggak hujan dan nggak takut lagi. Dulu kalau angin kita takut. Hujan kita nyari baskom,” ujar Jaipah saat rumahnya ditinjau Wali Kota Medan Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas,Rabu (5/8).
Jaipah mengaku tidak lagi mengingat sejak kapan rumah tersebut mulai mengalami kerusakan. Yang ia ingat, kondisi itu telah berlangsung lama.
Jaipah memperkirakan kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari 20 tahun. Setelah rumahnya direhabilitasi, ia mengaku lebih nyaman menempatinya.
Dalam peninjauan itu, Rico Waas masih menemukan sejumlah bagian yang perlu disempurnakan, terutama pekerjaan pengecatan. Ia meminta seluruh pekerjaan diselesaikan dengan baik dan tidak dikerjakan setengah-setengah.
“Kalau misalnya diberikan kepada masyarakat, berikan yang terbaik. Bikin yang terbaik. Begitu diserahkan jangan setengah-setengah pekerjaannya, jadi yang terbaik,” ujarnya.
Untuk tahun ini, Pemko Medan menargetkan rehabilitasi 213 unit RTLH yang tersebar di seluruh kecamatan.Setiap unit rumah mendapat anggaran rehabilitasi sebesar Rp120 juta.
Rico Waas menegaskan, anggaran untuk program tersebut bersumber murni dari APBD Kota Medan.Rumapea/Redaksi
