![]() |
| Foto:Kadis Perhubungan Sumut Yudha Pratiwi Setiawan Saat Paparan PSD Perhubungan di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubsu,Jumat (25/9) |
Sebanyak 30 unit BRT Mebidang bakal beroperasi penuh mulai 8 Desember nanti dengan menerapkan sistem pembayaran non tunai sekali bayar bagi penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang).Tarif yang diberikan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia bisa dibayar pakai kartu ataupun qris.
Hal tersebut disampaikan Kadis Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan kepada wartawan,Jumat (25/9) di Lobby Dekranasda Sumut,Kantor Gubsu,Jumat (25/9).
Dari 30 bus yang disiapkan, sebanyak 14 unit akan melayani Koridor 11 (Teladan–Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat–Binjai), dan tiga unit disiapkan sebagai armada cadangan.
“Pada tanggl 8 Desember seluruh bus dengan jumlah 30 akan hadir di Sumut dan sudah bisa melayani masyarakat di Mebidang L.Sebelumnya diluncurkan Agustus lalu di Stasiun Terminal Lubukpakam dengan gratis"ujarnya.
BRT Mebidang merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Pemprov Sumut yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Proyek tersebut menghadirkan transportasi massal berbasis bus listrik untuk kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang, dengan tujuan mengurangi kemacetan dan polusi sekaligus menyediakan layanan transportasi umum yang modern dan ramah lingkungan.
Yuda mengatakan, Pemprov Sumut juga menyiapkan metode pembayaran menggunakan sistem nontunai (cashless), seperti Kartu Uang Elektronik (KUE) dan QRIS (Scan & Tap). Melalui sistem pembayaran terintegrasi tersebut, penumpang cukup melakukan satu kali tap kartu atau memindai kode nontunai untuk satu perjalanan, meskipun harus transit atau berganti koridor maupun armada bus.
“Contohnya kita dari Pakam sampai ke Amplas atau on-corridor yanga ada di SM Raja. Kemudian penumpang turun di situ karena mau menuju Pos Blok, maka tidak akan bayar lagi. Cukup sekali bayar, setelah itu nunggu bus selanjutnya ke Pos Blok maka tidak akan bayar lagi selama tidak keluar dari koridor. Itu rencana kita supaya tidak membenai masyarakat,” terangnya.
Selain sistem pembayaran terintegrasi, Yuda juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur halte pada koridor utama (on-corridor) yang terus dilakukan secara bertahap di sepanjang jalan utama Kota Medan. Rumapea/Redaksi
