![]() |
| Foto: Rapat Paripurna DPRD Medan Bahas Ranperda Perubahan Perda Tentang Penanggulangan Kemiskinan di Gedung DPRD Medan,Senin (7/9) |
Rapat Paripurna DPRD Medan dengan agenda penyampaian pandangan fraksi-fraksi terhadap penjelasan pengusul atas Ranperda tentang Perubahan Perda Kota Medan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen di Gedung DPRD Medan,Senin (7/9).
Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan daëam pandangan disampaikan Dame Duma Sari Hutagalung menekankan pentingnya perubahan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
"Fraksi Partai Gerindra menekankan pentingnya bantuan sosial yang tidak hanya bersifat seremonial atau sekadar membagikan bantuan semata. Bantuan tersebut harus menjadi jembatan menuju kemandirian keluarga dan bukan menjadi tujuan akhir," kata Dame dalam rapat paripurna.
Menurutnya, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi perhatian Fraksi Gerindra dalam pembahasan perubahan Perda tentang Penanggulangan Kemiskinan.Pertama menegaskan anggaran penanggulangan kemiskinan bersumber dari uang rakyat sehingga penggunaannya harus dipastikan tepat data, tepat sasaran, tepat program, dan tepat anggaran agar tidak terjadi pemborosan maupun tumpang tindih program.
Kedua,Perda yang dihasilkan tidak hanya baik secara aturan, tetapi juga efektif diterapkan di lapangan.KeKetiga Mendukung perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 sepanjang diarahkan untuk memperbaiki data kemiskinan, menghapus tumpang tindih program, memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta meningkatkan ketepatan sasaran bantuan.
Keempat, penanggulangan kemiskinan harus diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, pembukaan akses pekerjaan, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin. Perlindungan terhadap kelompok rentan juga dinilai perlu diperkuat.
Kelima, transparansi dan hasil nyata. Gerindra meminta pengawasan dan transparansi diperkuat sehingga program penanggulangan kemiskinan mampu menurunkan angka kemiskinan secara nyata dan terukur.
"Jangan sampai angka kemiskinan hanya turun di atas kertas, sementara masyarakat masih merasakan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.Tumpal/Redaksi
