![]() |
| Foto: Para Penumpang Korban Bus Pariwisata Terbalik Dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Dikunjungi Bupati dan Wabup Samosir,Sabtu(19/9) |
Bus pariwisata yang membawa rombongan Serikat Tolong Menolong (STM) Satahi asal Kisaran mengalami kecelakaan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula.Dari hasil pemeriksaan, terdapat satu korban yang mengalami patah tulang dan telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Beberapa korban lainnya juga masih dalam proses observasi, termasuk satu korban dengan cedera pada tangan, panggul dan satu lagi patah di bagian hidung yang kemungkinan besar akan dirujuk dari RSUD Hadrianus Sinaga.
Bus yang membawa 32 penumpang tersebut dilaporkan kehilangan kendali hingga terbalik. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Pihak RSUD Hadrianus Sinaga menyebutkan, sebanyak 27 orang dari rombongan sempat dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Dua orang lainnya telah kembali ke penginapan, sementara sejumlah korban lainnya mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi medis masing-masing.
Ketua STM Satahi Kisaran Renhard Manalu, menjelaskan bahwa perjalanan wisata ke Samosir telah direncanakan sejak jauh hari. Sebelum kecelakaan, rombongan telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata.
“Kami sudah dari Tano Ponggol, Menara Pandang, Air Terjun Efrata dan Sibea-bea. Rencana kembali ke homestay, mobil terbalik di Desa Boho,” ungkapnya Sabtu(19/9).
Kendati mengalami kecelakaan, Renhard masih bersyukur karena tidak menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Samosir dan masyarakat Desa Boho yang membuka diri untuk melakukan pertolongan.
Sementara itu,Bupati dan Wabup Samosir jenguk korban kecelakaan di RSUD Hadrianus Sinaga dengan memberikan jaminan pelayanan serta menanggung biaya pengobatan para korban.
"Terima kasih atas perhatian bapak Bupati Samosir. Sewaktu kecelakaan tadi masyarakat Desa sangat baik, banyak yang menolong dan mempersilahkan kami masuk ke rumah" ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perjalanan Wisata STM Satahi, Paber Silaban, menjelaskan bahwa dirinya berada di kendaraan berbeda yang mengiringi bus dan berada tepat di belakang kendaraan tersebut saat kecelakaan terjadi.
Menurut Paber, kecelakaan terjadi setelah bagian as roda depan sebelah kiri mengalami masalah sehingga pengemudi kehilangan kendali. Ia memastikan kecelakaan tersebut bukan disebabkan bus melaju dengan kecepatan tinggi maupun pengemudi mengantuk.
“Tidak ada rem blong atau sopirnya mengantuk. Kemungkinan besar terotnya lepas sehingga sopir kehilangan kendali,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, sepanjang perjalanan bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi.
“Kalau tadi mobilnya kebut-kebutan, pasti penumpang banyak yang parah. Penumpang yang di dalam bus juga mengakui mobil tersebut tidak melaju kencang,” katanya.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Samosir di tengah para korban menjadi pesan bahwa pelayanan pemerintah tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi hadir ketika masyarakat maupun wisatawan membutuhkan pertolongan.
Keselamatan dan kenyamanan wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun Samosir sebagai destinasi wisata yang aman, ramah dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap orang yang datang ke Negeri Indah Kepingan Surga.Rumapea/Redaksi

