![]() |
Pemkab Samosir bersama PT Inalum perkuat kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berbasis masyarakat melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di 5 desa yakni Desa Turpuk Limbong, Siparmahan dan Dolok Raja di Kecamatan Harian, serta Desa Aek Sipitudai dan Siboro di Kecamatan Sianjur Mula Mula.
Pembentukan MPA tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pemadaman Karhutla di Aula Kantor Bupati Samosir,Selasa (22-23/09).PT Inalum juga menyerahkan bantuan peralatan pemadaman Karhutla untuk mendukung kesiapsiagaan MPA di masing-masing desa.
Bantuan diserahkan Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap dan diterima Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk berupa 5 unit APAR, 5 unit gepyok, 5 pasang sepatu boot dan 5 unit garpu untuk masing-masing desa, serta 75 set pakaian standar pemadam, serta peralatan lainnya.
Ariston menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan hutan, terlebih Kabupaten Samosir merupakan bagian dari kawasan Danau Toba yang memiliki nilai ekologis, ekonomi dan pariwisata.
“Menjelang musim kemarau, berbagai pengalaman yang sudah terjadi perlu kita evaluasi sebagai bahan untuk melakukan langkah-langkah ke depan. Dengan adanya sosialisasi dan penguatan kapasitas ini, kita berharap Karhutla dapat dicegah seminimal mungkin,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk mengatakan pembentukan MPA merupakan langkah nyata untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap mengatakan MPA memiliki peran aktif mulai dari pencegahan hingga pemadaman awal. Kami menginisiasi keterlibatan masyarakat melalui pembentukan MPA dengan memberikan bantuan dan pelatihan.
Materi sosialisasi disampaikan oleh UPT KPH XIII Dolok Sanggul Janly F Bancin, Kada Ops Manggala Agni Sumatera II Maralo Tambunan, perwakilan Divisi Jasa ASA WS Toba Asahan Gede Santika, Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus dan lainnya.
Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus mengajak MPA untuk meningkatkan kesadaran dan membangun kerja sama dalam mencegah Karhutla. Ia menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak terhadap pariwisata karena berpotensi mengurangi minat wisatawan, yang selanjutnya turut memengaruhi usaha masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta memahami konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.Rumapea/Redaksi

