![]() |
| Foto: Walikota Medan Rico Waas Saat Meninjau Produk UMKM pada Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur,Minggu (27/9) |
Walikota Medan Rico Waas ajak para pengusaha kuliner optimalkan Smartphone dan media sosial untuk pemasaran digital melalui pemanfaatan WhatsApp, Facebook, Instagram hingga TikTok sehingga ponsel pintar di genggaman menjadi mesin pencetak omzet.
Menurutnya, produk-produk UMKM dari 21 Kecamatan di Kota Medan memiliki rasa yang sudah teruji enak dan dapat bersaing. Namun baginya itu saja tidak cukup, ia mengingatkan pentingnya estetika kemasan.
Hal tersebut disampaikan Rico di hadapan ratusan Srikandi Ekonomi pada Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur di Grand Ballroom Universitas Prima Indonesia, Minggu (27/9).
"Orang jualan itu kadang-kadang kelihatan visualnya dulu. Orang tertarik dan berkeinginan membeli diawali dari visualnya," ujar Rico sembari memamerkan contoh produk sumpia UMKM yang kini tampil ciamik di Mal Pelayanan Publik (MPP).
"Pemahaman permodalan, penetapan target pasar, dan karakter produk yang kreatif menjadi kunci utama agar UMKM memiliki niche market sendiri," sambungnya.
Tak hanya itu saja, Rico mendorong para pelaku UMKM lokal untuk bergerak aktif menjemput bola perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga Sertifikasi Halal. Untuk itu, dirinya memerintahkan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan untuk bertindak aktif mendata pelaku usaha yang belum mengantongi PIRT, BPOM, NIB, maupun Sertifikasi Halal.
"Pendampingan harus dilakukan secara personal karena tiap UMKM memiliki dinamika masalah yang berbeda," tegasnya.
Rico memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perempuan tangguh yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.Rumapea/Redaksi
