Kota Medan sekitarnya sejak pagi hari sudah diguyur hujan dan jarak pandang semakin cerah dibanding hari hari sebelumnya.Dan sore harinya,Sabtu(17/10) sinar matahari sudah terlihat dan asappun mulai menipis.
Sehari sebelumnya, modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama 3 hari dimana setiap penerbangan membawa muatan sekitar 1 ton bahan NaCl dengan durasi penerbangan kurang lebih dua jam.
Operasi dijadwalkan berlangsung dua kali sehari sebagai bagian dari upaya Pemprov Sumut mempercepat penanganan kabut asap. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu memicu turunnya hujan sehingga kualitas udara membaik dan dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat dikurangi.
Hal tersebut dilaksanakan Pemprovsu untuk mempercepat turunnya hujan sebagai upaya mengatasi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.
Wagubsu Surya melepas pesawat jenis Cessna (Capung) yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Jumat (16/10) sore.
Gubsu Bobby Nasution menginstruksikan bahwa lokasi pilihannya pertama adalah wilayah Medan-Binjai-Deliserdang dan sekitarnya. Selanjutnya akan ke daerah lain.
Surya menjelaskan, kabut asap yang melanda Sumut tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengurangi jarak pandang hingga berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. Bahkan, dalam dua hari terakhir, sejumlah jadwal penerbangan terpaksa ditunda akibat terbatasnya jarak pandang.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Saragih mengatakan, operasi modifikasi cuaca tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari. Setiap penerbangan membawa muatan sekitar 1 ton bahan NaCl dengan durasi penerbangan kurang lebih dua jam.Rel/Rumapea/Redaksi
