Notification

×

Iklan

Iklan




Per September, Inflasi Sumut 2,71%,Terendah Keempat Nasional: Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

06 Oktober 2026
Foto: Kepala Biro Ekonomi Setdaprovsu Evan Botung Daulay Saat Paparan Terkait Penanganan Inflasi Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubsu,Selasa (6/10)
Medan, DP News 

Berdasarkan data BPS, Sumatera Utara tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah keempat secara nasional, dengan inflasi secara year on year (yoy) pada September 2026 sebesar 2,71%. Sementara secara month to month (mtm), inflasi Sumut tercatat 0,14%.


Sementara itu,pertumbuhan ekonomi Sumut saat ini mencapai sekitar 5% dan pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029 mendatang.


Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sumut Evan Botung Daulay kepada wartawan 

di Anjungan Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, 

, Selasa (6/10).


Menurut Evan, posisi tersebut telah dipertahankan Sumut selama dua bulan terakhir yang didukung gerakan pangan murah menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk menekan inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.


Biro Perekonomian juga menempuh berbagai kebijakan dengan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan. Langkah tersebut meliputi menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terpenuhi, serta menjaga harga eceran tertinggi (HET) sejumlah bahan pokok.


Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Pemprov Sumut menerapkan pola yang sama melalui kebijakan yang dijalankan bersama para pemangku kepentingan.


"Langkah-langkahnya sama seperti yang tadi saya sampaikan. Kebijakan ekonomi selalu kami jalankan dengan berkolaborasi," ujarnya.


Selain itu, Pemprov Sumut secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) untuk memastikan berbagai kebijakan intervensi dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Pengendalian harga dilakukan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang siaga mengintervensi pasar, mengamankan pasokan pangan agar terhindar dari kelangkaan, serta menggelar pasar murah sewaktu-waktu untuk mengantisipasi lonjakan harga.


"Kami berusaha untuk menjaga agar pasokan ini tetap terjaga di pasar, tidak ada yang namanya kelangkaan lagi. Dan biasanya ketika isu kelangkaan itu sudah mulai, kami juga punya BUMD yang bergerak di bidang pangan, itu yang mengintervensi dalam artian menjaga pasokan," kata Evan.Rumapea/Redaksi

| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |