Khofifah: Misi Dagang Jatim ke Sumut Tembus Rp474,5 M


Surabaya ,DP News
Pemprov Jatim melakukan misi dagang perdana 2020 ke Sumatera Utara. Dari misi dagang ini, transaksi yang terjalin menembus angka Rp 474,5 miliar.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut, capaian ini naik Rp 60,5 miliar dari misi dagang sebelumnya. Dari data yang dihimpun, ada 147 pelaku usaha yang dipertemukan pada misi dagang kali ini.
Rinciannya ada dari 31 pelaku usaha asal Jatim dan 116 pelaku usaha asli Sumut. Sedangkan untuk barang yang diperdagangkan mulai dari komoditas pertanian, peternakan hingga elektronik.
Misalnya saja benih kentang, bibit bawang putih, lensa kacamata, beras, gula, bobit sengon, garam, wortel, pupuk, benih bawang merah, bawang putih dan briket arang organik. Kemudian kemenyan, bola lampu, alas kaki, kopra, daging sapi, telur ayam, kambing, besi beton, kopi dan jahe. Lalu tepung mocav, manisan Bit, serbuk kulit kayu, kayu manis, pupuk borax, jahe merah, jahe gajah, briket batok, dan terasi.
Dari misi dagang ini, Khofifah menambahkan, Jatim tidak akan berhenti menggelar misi dagang di Sumut saja. Karena di tahun ini ada delapan provinsi tujuan misi dagang.
Setelah Sumut, misi dagang melanjutkan akan digelar ke Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Sulawesi kemudian Kalimantan serta beberapa wilayah lainnya.
"Kita berharap tahun ini delapan kali misi dagang minimum. Saya berharap melalui PAPBD kita masih bisa menambah tiga sampai lima titik lagi," ujar Khofifah dalam keterangan resmi, Rabu (5/2).
Khofifah menilai, misi dagang ini penting karena melihat perbedaan kebutuhan setiap wilayah. Contohnya, hasil kelapa sawit di Sumut melimpah, sementara Jatim kaya akan Dolomit. Perkebunan sawit butuh dolomit, tetapi banyak yang belum tahu bahwa deposit dolomit di Jatim cukup besar.
"Konfirmasi-konfirmasi terhadap masing-masing potensi, kebutuhan dan proses supply-nya bisa didiskusikan melalui pertemuan semacam ini," kata mantan Menteri Sosial ini.Selain itu, Khofifah ingin langkah penguatan melalui misi dagang ini menjadi bentuk jawaban kesiapan provinsi dalam menghadapi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Dia mengingatkan besarnya kemampuan yang dimiliki Indonesia jika pelaku usaha bersinergi.
"Kita memiliki kekuatan energi, sumber daya alam, sumber daya manusia dan kekuatan jaringan yang luar biasa, penduduk yang cukup besar," jelasnya.
"Jika kita saling silaturahim melalui Bussines Meeting dan Bussines Matching tentu akan menjadi penguatan persaudaraan dan persatuan yang memiliki dampak ekonomi yang besar pula," pungkas Khofifah.(Rd/detikcom)