Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem Antonius Tumanggor:"Pak Akhyar dan Camat Medan Barat ..., Jangan Abaikan Jembatan Gantung Karang Berombak dan Parit Gang Safari "



Foto kondisi jembatan gantung yang sangat memprihatinkan di Kelurahan Karang Berombak Medan Barat (Ist)
Medan,DP News
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan yang juga duduk di  Komisi IV DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor merasa prihatin kondisi jembatan gantung di  Medan Barat serta parahnya parit di Helvetia Timur.Jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Deli ini sudah puluhan tahun digunakan warga namun tidak tersentuh namun terabaikan Pemko Medan.
Untuk itu,Antonius desak Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution memprioritaskan perbaikan jembatan gantung di Jalan Karya Speksi Barat Lingkungan VI Kelurahan Karang Berombak Medan Barat menghubungkan ke Jl Yosudarso Lingkungan I Kelurahan  Brayan Kota Medan Barat. Kondisi jembatan di atas Sungai Deli sangat memprihatinkan.
“Pemko Medan harus respon, segera melakukan perbaikan dengan prioritas dan jangan sampai ada korban jiwa. Malu kita, masih ada jembatan gantung kondisinya seperti itu di kota Medan,” papar Antonius D Tumanggor kepada wartawan, Kamis (13/2) menyikapi kondisi jembatan tersebut.Tumanggor yang politisi NasDem itu mendesak Pemko Medan melalui Dinas tingkat segera melakukan cek fisik jembatan.

“Jika  memang tidak memungkinkan untuk difungsikan supaya menyegel jembatan untuk tidak dilintasi. Perlu dibuat tanda larangan agar tidak terjadi korban,” tegas Antonius.
Dikatakan Antonius Tumanggor, menunggu ada rehab jembatan secara menyeluruh, kiranya dilakukan perbaikan lantai papan yang sudah berlobang. “Jangan sampai menunggu warga saat melintas terjatuh,” papar Tumanggor.
Seperti diketahui, jembatan gantung dengan kondisi memprihatinkan.Selain, besi penyangga dan kabel pengikat yang sudah berkarat juga lantai papan banyak rusak dan berlobang. Jembatan gantung yang membentangi sungai Deli dibangun hampir puluhan tahun yang lalu.
Sementra itu,warga Gang Safari Lingkungan 5 Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia keluhkan kondisi parit yang hampir roboh dimana  bagian bawah tanah sudah banyak terkikis karena air dan dikawatirkan jalan akan amblas dan tembok akan rubuh
Bahkan parahnya, agar air sisa pembuangan yang berasal dari limbah cair rumah tangga dapat tersalurkan ke parit besar yang ada di pinggir Jalan Pembangunan, maka atas dana swadaya warga setempat dibangunlah drainase sederhana namun belum dicor semen. Alasannya dana swadaya dari hasil yang dikumpulkan oleh warga setempat ternyata tidak cukup, dan tepat di ujung Gang Safari, masih ada yang sama sekali tidak memiliki drainase.
”Dulu sebelum jalan di gang ini di cor semen, masing-masing rumah tangga sudah memiliki saluran drainase yang terbuat dari pipa semen, namun karena sudah lama, warga sering resah karena saluran air pembuangan dari pipa riol banyak yang sudah pecah di dalam tanah dan sumbat. Selanjutnya jalan ini pun dicor semen oleh Pemko Medan, sehingga semakin menutup saluran pembuangan air,” terang Pak Sihite kepada wartawan, Kamis (13/2).
Ditambahkan Pak Sihite, karena seringnya sumbat, maka merekapun sepakat untuk membuat saluran drainase sendiri dengan dana patungan. Apalagi tanah kosong yang dulunya dijadikan tempat pembuangan air sisa rumah tangga sudah dibeli dan ditembok oleh Restoran Lembur Kuring yang terletak di Jalan Tengku Amir Hamzah.
” Karena tidak dicor, maka perlahan terjadi korosi atau pengikisan di dasar dan pinggir saluran drainase terjadi. Inilah yang dikawatirkan jika terus dibiarkan, maka dikawatirkan tembok milik Restoran Lembur Kuring dan badan jalan gang terutama di ruas jalan gang pertama masuk amblas, karena sudah terlihat menganga lebar di bawah jalan. Tinggal menunggu amblasnya saja,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Helvetia Timur Teguh saat dikonfirmasi terkait drainase yang belum pernah tersentuh pembangunan di wilayahnya mengaku telah mengetahui dan sudah mengusulkan di Musrembang agar segera diperbaiki di Tahun 2020.
” Nanti kita usulkan untuk penggunaan dana Kelurahan tahun ini. Mudah2an bisa. Kemarin bulan 12 pas ada kelebihan volume di Gang Melati, kami usulkan di arahkan ke situ, orang Dinas PU juga sudah cek ke lokasi, tapi akhirnya mereka memilih yang di Gang asuhan. Coba tanya sama rumah paling depan, sudah saya arahkan ke situ, tetapi mungkin dengan beberapa pertimbangan, mereka kerjakan di Gang Asuhan,” jelas Teguh melalui pesan WhatsApp peribadinya.
Sementara Anggota DPRD Medan yang terpilih dari Dapil 1, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos saat dimintai komentarnya terkait drainase yang butuh perbaikan di Jalan Pembanguna Gg.Safari Lingkungan 5 Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia mengatakan untuk Gang maupun jalan di bawah 4 meter sudah ada dana dari kelurahan yang sudah dianggarkan.
Pihak Kelurahan Helvetia Timur agar memprioritaskan pembangunan drainase di Gg.Safari karena setelah dicek, ada rumah yang belum memiliki drainase dan selama ini membuang air sisa rumah tangga ke tanah kosong yang ada didepan rumahnya,katanya.
Anggota komisi 4 DPRD Medan ini berharap, agar ke depan baik gang dan jalan yang ada di wilayah kelurahan dan kecamatan jangan ada lagi yang belum pernah tersentuh pembangunan.Kita minta Pak Akhyar,Camat Medan Barat dan Camat Helvetia  jangan mengabaikan parit, jalan dan jembatan yang sangat diperlukan warga dalam aktivitas sehari-hari seperti jembatan gantung Karang Beromba dan parit helvetiaa Timur.Kita minta Camat Medan barat harus tanggap terhadaap kebutuhan warganya jangan terrkeesan gutup mata dengan kondisi jembaaan gantung yaang sudh berlarut-larut tanpa ada penangann serius.(Rd)