SURVEI: 89.75 Persen Kepala Desa Tidak Setuju Perantau Mudik Lebaran Ditrngah Pandemi Covid-19

Jakarta,DP News
Sebanyak 89,75 persen kepala desa menyatakan tidak setuju jika warganya yang berada di kota melakukan mudik Lebaran 2020 di tengah kondisi pandemi Covid-19. Hal tersebut berdasarkan survei yang digelar Pusat Data dan Informasi Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi terhadap 3.931 kepala desa yang berada di 31 provinsi di Indonesia. "Dari survei diperoleh nilai hampir mutlak, yakni 89,75 persen kepala desa tidak setuju warganya mudik pada saat ini," ujar Kepala Balilatfo Kemendes PDTT Ivanovich Agusta dalam pemasaran survei yang digelar secara daring, Selasa (14/4/2020). Baca juga: Ketua MPR Desak Pemerintah Tetapkan Larangan Tegas untuk Cegah Mudik Selain itu, 10,25 persen kepala desa setuju warganya mudik dalam rangka Lebaran 2020. Merujuk hasil ini, kata Agusta, ada aspirasi kepala desa yang perlu didengar oleh warga desa yang kini berada di kota. "Bahwa (mayoritas) kepala desa tidak ingin warga mudik ke desa pada Lebaran 2020," kata dia. Lebih lanjut, Agusta mengatakan, survei yang digelar secara mandiri oleh pihaknya ini bertujuan mengetahui sudut pandang kepala desa sebagai opinion leader penting di desa terhadap mudik Lebaran 2020. "Selain itu, juga bertujuan agar masyarakat memahami kesiapan desa menghadapi migrasi warga pada 1-2 bulan mendatang," ucap dia. Adapun survei ini dilaksanakan pada 10-12 April 2020. Metode yang digunakan yakni kuantitatif, berupa survei dengan sampel diambil secara acak terstratifikasi.(Rd.Kompas.com)