Sumut Surplus Cabai Merah dan Migor Tapi Kekurangan Bawang Merah dan Gula Pasir



Medan,DP News
Pemprov Sumut mengajak daerah lain untuk bekerja sama saling mengisi kekurangan komoditas pangan atau bahan pokok.  Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina saat mengikuti rapat koordinasi menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan pangan pokok di tengah pandemi Covid-19 yang diadakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama instansi dan lembaga terkait melalui video conference di kantor gubernur.
Menurut Sabrina, ada beberapa bahan pokok yang surplus di Sumut seperti cabai merah, ayam ras, minyak goreng, dan telur. Di sisi lain Sumut kekurangan bawang merah dan gula pasir.  “Kami kekurangan bawang merah dan gula pasir, mungkin kita bisa tukar menukar antardaerah,” kata Sabrina melalui rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4).
Ajakan barter ini dilakukan agar harga dan ketersediaan bahan pangan terjaga. Selain barter, kerja sama lain yang bisa dilakukan antar daerah yakni berbagi informasi harga.
Menanggapi permintaan Sabrina, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Kementerian Pertanian Risfaheri mengatakan, kerja sama antardaerah penting dilakukan. Namun saat ini terkendala biaya distribusi. Ini perlu dipikirkan supaya beban tidak terlalu berat. “Bisa dikomunikasikan dengan pengusaha bagaimana membawa bahan pangannya,” kata Risfaheri. Sementara Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin mengatakan, sistem produksi dan pasokan pangan menjadi kunci penting bagi ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok.
Menurutnya,  pemerintah diharapkan tidak kendor mencari jalan untuk insentif baru dalam mengendalikan harga pangan, terutama untuk mengembangkan inovasi pengendalian inflasi pusat dan daerah.
"Aktif juga menyusun reformasi kebijakan pangan ke depan, bahkan secara out of the box,” kata Bustanul. (Rd/Komps.Com)