Sosper Kemiskinan di Cinta Damai,Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Tingkatkan Program Bedah Rumah

 

Medan,DP News

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Nasdem Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos mendesak Pemko Medan  memperbanyak prgram bedah rumah bagi warga miskin sebagai salah stu wujud realisasi program penanggulangan kemiskinan yang diamanatkan Perda No5 Tahun 2015.

Hal ini dikatakan politisi Fraksi Nasdem asal Daerah Pemilihan (Dapil) I ini. Antonius dalam acara sosialisasi Perda No.5 Tahun 2015 menyoroti tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Mesjid Ujung Pasar I, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Minggu (11/10). Acara sosialisasi peraturan daerah di bidang kemiskinan ini dihadiri Camat Helvetia Andi Mario Siregar dan Koordinator PKH Dinsos Kota Medan Dedi Irwanto Pardede.

Berdasarkan Bab IV Pasal 10 (2) Perda No 5 Tahun 2015, sambung Antonius, Pemko Medan wajib mengalokasikan anggaran PAD minimal 10 persen untuk merealisasikan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. 

Lebih lanjut, Ketua Sopo Rostarasi itu berharap, Perda ini bisa segera direalisasikan untuk menekan angka kemiskinan dan mencegah masyarakat yang sudah miskin menjadi sangat miskin. Sebab berdasarkan data BPS Tahun 2017, jumlah warga miskin di Kota Medan sekitar 204.220 jiwa.

Masih dalam acara sosialisasi, Camat Helvetia Andi Mario Siregar menegaskan bahwa saat ini pihaknya melakukan pendataan mulai dari lingkungan, kelurahan dan kecamatan serta Dinas Sosial Kota Medan.

Senada dengan itu, Dedi Irwanto Pardede juga menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dalam melakukan pendataan.Dari data yang diperoleh ada 129 ribu warga miskin di Kota, bahkan semenjak Covid 19 banyak warga yang terdampak.Makanya,ke depan agar data orang miskin ini benarbenar akurat maka pendataan akan dimulai dari tingkat lingkungan,kelurahan yang dipadukan saat Musrenbang di tingkat kecamatan.

Akibat ketidakakuratan data bisa saja yang dulunya dapat fasilitas bantuan kesehatan seperti BPJS akhirnya diblokir karena idak masuk dalam DTKS(Data Terintegrasi Kesejahteraan Sosial).Hal ini dialami salsah seorang warganta Damai yang berkeluhkesah saat acara tanya jawab sebab saat ini kartu BPJS-nya diblokir.

Pardede mengakui bisa saja terjadi yang kemungkinannya tadi bahwa nama tidak masuk dalam DTKS unuk tingkat nasional sebab ada sekitar 43 ribu tidak masuk DTKS sebagai  akibat ketidakakuratan data.

Untuk itulah kita menyampaikan apresiasi dari elemen masyarakat termasuk dari anggota dewan.Tentunya data-data tersebut dilakukan pengecekan lapangan sehingga bantuan yang diberikan kepada pihak yang membutuhkan.

Menyikapi adanya sejumlah pertanyaan dalam acara sosialisasi tersebut, Antonius dalam pelaksanaan nantinya masyarakat harus ikut terlibat baik sebagai pelaku maupun pengawas agar program penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai target dan indikator pencapaian maksimal kalau tak bisa 100 persen.

Oleh karena itu, Antonius menyarankan agar Pemko Medan lebih dulu menetapkan kriteria warga miskin berdasarkan skala prioritas agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

"Pelaksanaan Perda ini harus dapat memberdayakan warga miskin agar memiliki daya saing dan ke depan mampu mengatasi persoalannya sendiri. Dengan demikian harkat dan martabat mereka bisa meningkat,"tutup Antonius yang berasal dari Dapil 1, yakni Kecamatan Medan Barat, Medan Helvetia, Medan.Petisah dan Medan Baru.

Suasana acara Sosper anggota dewan Antinuus Tumanggor ini berjalan lancar dan mendapat antusias dari warga msyarakat.(Rd)