Gubuknya Dibedah: Nek Sarifah Niat Puasa Rabu,Kamis dan Jumat

Medan,DP News                       

Nek Sarifah tak kuasa menahan air mata begitu pekerja mulai bedah gubuknya di Lingkungan 6, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai.Ini merupakan janji Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM ketika mengunjungi kediamannya bersama sang isteri tercinta Ny Kahiyang Ayu M Bobby Afif Nasution, Kamis (3/11) lalu.

Tubuh ringkih wanita uzur yang kini hidup sebatang kara setelah sang suami dipanggil menghadap Sang Khalik sekitar 20 tahun silam dan sang anak semata wayang tak kunjung datang menjenguk tampak bergetar hebat, air mata pun mengalir dari kedua sudut matanya yang telah berkerut tersebut.

Nek Sarifah tidak pernah bermimpi jika rumahnya yang sangat sederhana dan selalu menjadi langganan banjir setiap hujan deras  turun itu direnovasi. Dengan penghasilan minimnya dari berjualan daun pisang dan buah kuini jika sedang musim, tak mungkin ibu satu anak itu bisa memperbaiki rumah yang sudah puluhan ditempatinya.

Namun Allah SWT ternyata punya kehendak lain, wanita sepuh itu pun dipertemukan dengan Wali Kota. Kondisi kehidupan Nek Sarifah yang memprihatinkan itu sontak membuat Wali Kota iba sehingga akhirnya berniat membedah rumahnya.

“Ya Allah, saya tidak menyangka rumah ini diperbaiki. Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa saya dan mengirimkan orang untuk memperbaikinya.Terima kasih Pak Wali Kota atas perbaikan rumah yang dilakukan. Sebagai ungkap rasa syukur, setelah rumah ini selesai nanti, saya akan puasa selama tiga hari mulai Rabu, Kamis dan Jumat,” kata Nek Sarifah terisak.

Pembedahan rumah Nek Sarifah dimulai, Rabu (24/3). Kadis Perumahan Kawasan Permukiman  dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar tiba di rumah Nek Sarifah yang lokasi persis di belakang pekuburan. Benny datang membawa sejumlah pekerja didampingi Camat Medan Denai Ali Sipahutar.

Para pekerja selanjutnya mengangkuti material bangunan yang akan digunakan untuk membedah rumah tersebut. Selain bedah rumah, Dinas PKPPR dan Dinas Pekerjaan Umur serta Kecamatan Medan Denai akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir yang kerap menerpa rumah Nek Sarifah.

Dikatakan Benny, bedah rumah dilakukan sesuai instruksi Wali Kota. Melalui bedah rumah yang dilakukan, Nek Sarifah nantinya akan mendiami rumah yang layak huni dan terhindar dari banjir. Bedah rumah yang dilakukan meliputi perbaikan atap rumah yang selalu bocor dan meninggikan lantai lebih kurang 35 cm guna menghindari banjir.

Kemudian konstruksi rumah yang tidak memiliki  beberapa kolom akan diberi kolom, sedangkan dinding rumah yang belum diplester akan diplester. Selanjutnya WC yang selama ini berada di luar akan dipindahkan ke dalam, guna mempermudah Nek Sarifah menggunakannya di tengah usianya yang telah sepuh tersebut.

“Di usianya yang sudah lanjut itu, tak mungkin lagi Nek Sarifah ke luar rumah untuk ke WC. Nanti kita pergunakan septitank yang kedap sehingga tidak mengganggu. Selain itu kita akan memasukkan air bersih melalui PDAM, sebab air sumur yang ada di rumah beliau tidak layak konsumsi. Selama ini untuk minum sehari-hari, beliau mendapat sumbangan  air  isi ulang gallon dari para tetangga. Insya Allah, bedah rumah kita targetkan rampung dalam waktu sekitar 3 minggu,”  ungkapnya.

Di samping itu juga Kecamatan Medan Denai juga telah membuat parit dan penampung sementara untuk menampung buang air dari kamar mandi Nek Sarifah. Selama ini air limbah dari kamar mandi mengalir langsung ke halaman lantaran tidak memiliki parit untuk dialirkan ke parit besar yang ada di depan rumah.

Bersamaan itu beberapa pekerja dari Dinas PU juga turun untuk melakukan pengukuran  dengan menggunakan automatic level waterpass.  Pengukuran dilakukan untuk mengetahui elevasi  pemukaan tanah yang ada di depan rumah Nek Sarifah  dengan parit di pinggir jalan. Apabila permukaan tanah depan rumah Nek Sarifah lebih rendah dari parit, maka harus dilakukan penimbunan sehingga saat hujan deras turun air bisa dialirkan ke parit agar tidak lagi menggenangi halaman rumah.(rd)