![]() |
| Foto: Lapas Kelas III Pangururan Susah Berdiri Sejak Tahun 1945 Lalu |
Samosir,DP News
Baru satu bulan bertugas sebagai Kalapas Kelas III Pangururan,Samosir,Binur Sitanggang merasa miris melihat kondisi bangunan Lapas terutama padatnya penghuni Lapas yang sudah berdiri 8 tahun lalu atau sejak 1945 lalu.Kenapa tidak,dengan luas bangunan yang hanya 5 kamar jelas tidak sebanding dengan jumlah penghuninya sehingga sudah mendesak direnovasi.
Fasilitas yang semula dirancang untuk menampung sekitar 50 warga binaan kini harus menampung 108 orang, atau lebih dari dua kali lipat kapasitas ideal.Dan cukup miris diantara tahanan tersebut 4 orang wanita yang harus bergabung dalam satu lokasi dengan tahanan pria.
Kepadatan penghuni menjadi tantangan utama yang dihadapi Lapas Kelas III Pangururan sebagaimana dituturkan Kepala Lapas Kelas III Pangururan Binur Sitanggang kepada wartawan,Jumat (5/6).
Meski ditengah cuaca panas,Binur menjelaskan bahwa seluruh penghuni terdiri atas 104 warga binaan pria dan empat warga binaan wanita.
Menurut Binur, kondisi kelebihan kapasitas ini tidak hanya berdampak pada ruang hunian, tetapi juga memengaruhi pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara keseluruhan.
Dengan jumlah penghuni yang terus meningkat, kebutuhan pelayanan dan pengawasan menjadi semakin besar.
“Jumlah warga binaan saat ini mencapai 108 orang, sedangkan kapasitas Lapas hanya sekitar 50 orang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi kami dalam menjalankan pembinaan, pelayanan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” ujarnya.
Kondisi hunian yang padat membuat ruang gerak warga binaan menjadi lebih terbatas.
Situasi tersebut juga berpotensi mengurangi efektivitas berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan pihak Lapas.
Padahal, program pembinaan memiliki peran penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan dan pembentukan karakter selama menjalani masa pidana.
Tidak hanya itu, tingkat kepadatan yang tinggi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan keamanan. Oleh karena itu, pengawasan yang optimal menjadi kebutuhan utama untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan lapas.
Tantangan tersebut semakin terasa karena jumlah petugas yang tersedia masih terbatas.
![]() |
| Foto: Pintu Depan Lapas Kelas III Pangururan Yang Selalu Dijaga Petugas |
Saat ini, Lapas Kelas III Pangururan hanya memiliki 33 petugas yang harus menangani berbagai bidang pekerjaan secara bersamaan, mulai dari pengamanan, pembinaan, pelayanan, hingga administrasi.
Dengan jumlah personel yang ada, petugas dituntut bekerja secara maksimal untuk memastikan seluruh aktivitas di dalam lapas tetap berjalan sesuai ketentuan.
Namun, Binur mengakui bahwa peningkatan jumlah penghuni menyebabkan beban kerja petugas ikut bertambah.
Untuk itu, pihak lapas berharap adanya dukungan dari pemerintah dalam bentuk pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas bangunan.
Menurut Binur, langkah tersebut diperlukan agar kondisi hunian menjadi lebih layak dan pelayanan terhadap warga binaan dapat berlangsung lebih optimal.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk renovasi dan pengembangan bangunan Lapas.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, pelayanan kepada warga binaan dan kinerja petugas juga dapat semakin baik,”ujarnya.
Pembenahan fasilitas Lapas Kelas III Pangururan dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak guna menjawab persoalan kelebihan kapasitas yang terjadi saat ini.
Selain meningkatkan kualitas pembinaan, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan manusiawi bagi seluruh penghuni maupun petugas.
Dalam hal ini,Binur yang asli putera Samosir merencanakan jumpa dengan Bupati Samosir Vandiko Gultom untuk membicarakan kemungkinan bantuan berupa hibah renovasi bangunan Lapas.
Binur tidak mengusulkan renovasi total cuma dibangun menjadi 2 lantai sekitar 5x30 M2 yang akan dima faatkan untuk ruang kerja dan ruang tahanan.
Di ruangan kerja yang langsung berhadapan dengan lapangan dalam Lapas,tempat para tahanan beraktivitas,Binur mengatakan bahwa dirinya menerapkan motto,' Beradab dan Beradat' yang dijabarkan sebagai daerah beradat harus didukung sikap beradab.
Ruangan kerja Kalapas ya inilah dan untuk ruangan kerja 2 kepalaseksi cuma satu unit.Coba kita bayangkan dengan luas ruangan kerja yang minim,2 Kasi harus satu ruangan yang di dalamnya meja,kursi,lemari dan peralatan kerja lainnya.
Meski demikian,petugas Lapas berupaya memberi pembinaan maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebenarnya,Bupati maupun Wakil Bupati selalu datang tiap tahun pada Hari Kemerdekaan RI untuk upacara penyerahan remisi kepada tahanan yang mendapatkannya.
Kondisi minimnya luas lahan dan kepadatan penghuni Lapas juga sudah mereka lihat.Itulah makanya tidak salah kalau kita usulkan renovasi bangunan Lapas melalui bantuan hibah.
![]() |
| Foto: Kalapas Kelas III Pangururan Binur Sitanggang |
Rencana panjang relokasi,Binur mengatakan kemungkinan untuk jangka panjang perlu dipikirkan, mengingat lokasi Lapas yang berada di inti kota dengan kepadatan penduduk yang sudah cukup tinggi.
Namun semuanya itu butuh perencanaan panjang sebab salah satu solusi ya bisa melalui tukar guling dengan lahan yang sesuai dengan tata ruang Kabupaten Samosir.
Tentang pembinaan iman para tahanan,Lapas Pangururan menjadwalkan rutin pelayanan bagi umat muslim dan dari berbagai gereja bagi umat Kristiani.Dan kebetulan saat sejumlah wartawan bertemu dengan Kalapas Pangururan,sedang berlangsung pelayanan dari pihak Gereja Katolik Pangururan.
Khusus mengenai tahanan perempuan,Binur menuturkan sedang berupaya memindahkan seorang wanita ke Lapas Perempuan karena hukumnya relatif lama.
"Sedang kita usahakan pemindahan seorang tahanan wanita agar lebih maksimal pembinaannya"ujar Binur.
Dari pengamatan di lapangan sebenarnya usulan Kalapas III Pangururan Binur Sitanggang cukup relevan dimana saat 108 orang sedang berada di lapangan ruang tahanan terlihat sudah padat.Diilhami konsep mantan Gubsu H Raja Inal kata Binur Sitanggang,yang merupakan puetra asli Samosir mengatakan dengan 'Marsipature Hutana Be' mencoba memikirkan rencana renovasi bangunan perkantoran dan ruang tahanan demi peningkatan pelayanan.Rumapea/Redaksi


