Normalisasi Saluran Air Atasi Banjir di Kebun Sei Dadap Dan Belakang Stadion Mutiara

Asahan,DP News

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melakukan aksi nyata tanggap banjir dengan melakukan normalisasi saluran pembuangan air. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Asahan, saluran pembuangan air yang melakukan normalisasi di daerah Kebun Sei Dadap yang merupakan alur pembuangan air dari Kisaran Naga. Selain itu, alur pembuangan air di seputaran Jalan Sutami dan alur pembuangan air di parit busuk belakang Stadion Mutiara serta alur pembuangan air di karang anyar. 

“Sejak kemarin kita mulai merealisasikan pekerjaan normalisasi saluran pembuangan air di sejumlah parit guna mengantisipasi banjir disaat musim hujan, dan ini merupakan wujud nyata janji politik Surya-Taufik, kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar,S.Sos, MSi, Rabu (31/3)

Kita sudah siapkan satu unit alat berat ekskavator yang akan difungsikan untuk kegiatan normalisasi saluran air. Normalisasi akan dikerjakan dibeberapa titik. Hal itu tentunya sesuai instruksi Bupati Asahan H Surya,BSc. Normalisasi parit/kanal, akan menjadi prioritas di beberapa titik rawan genangan air, mengingat kondisi saluran air tersebut sudah sangat memprihatinkan karena dipenuhi sampah-sampah  dan semak rerumputan.

Pihaknya akan melakukan normaliasasi di titik titik yang menjadi penyebab banjir pada saat musim hujan. Alat berat digunakan untuk membuka kembali saluran air yang hilang karena tertimbun tanah. Normalisasi ini akan dilakukan secara bertahap, kata Rahmat.

Sementara Bupati Asahan H. Surya, BSc, mengatakan normalisasi saluran pembuangan  air yang berada di Kota Kisaran yang dilakukan saat ini merupakan langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mengatasi banjir yang selalu melanda Kota Kisaran pada saat hujan turun.

Surya menjelaskan, bahwa langkah yang diambil saat ini dengan melakukan pengerukan pada lokasi lokasi buangan air adalah merupakan realisasi dari salah satu janji politik pasangan Surya-Taufik pada saat kampanye yang lalu, yaitu Kota Kisaran bebas banjir.

Dalam mewujudkan Kota Kisaran bebas banjir, Bupati meminta peran serta masyarakat dalam mengatasi permasalahan banjir dengan cara menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan. 

“Peran serta masyarakat lebih penting dan menjadi solusi awal, ketika pemerintah juga mempersiapkan solusinya. Produsen sampah terbesar adalah manusia, maka manusialah yang menjaga lingkungan untuk tetap terjaga agar sampah tidak terbuang bukan pada tempatnya,” harap Bupati.(ZN)