Dr Gatot Soegiarto: Tetap Jaga Imunitas Tubuh Walau Sudah Divaksinasi....

 

Jakarta,DP News

Untuk menekan peyebaran Covid-19, pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi sejak Januari lalu.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga April 2021 sebanyak 181.554.465 ribu orang sudah melakukan vaksinasi.

Namun tampaknya, pasca program vaksinasi di Indonesia, penyebaran Covid-19 masih belum turun secara signifikan.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-18 di dunia, dari sisi jumlah kasus Covid-19. Kasus harian masih tetap ada, bahkan masih mencapai 6.000 kasus per harinya.

Indonesia masih harus waspada karena baru 2 persen penduduk yang telah divaksinasi dari target jumlah orang yang harus divaksin.

Hal ini membuat semua orang, baik yang sudah divaksin atau belum, tetap harus menjalakan protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh agar pencegahan bisa benar-benar dilaksanakan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Kosultan Alergi Immunologi, Dr. Gatot Soegiarto menegaskan bahwa tidak ada vaksin yang menjamin perlindungan seratus persen kebal virus.

Lebih lanjut dokter Gatot mengatakan, orang yang telah melakukan vaksinasi responnya bisa bermacam-macam untuk membentuk antibodi yang dihasilkan.

"Ini bergantung pada usia, gender, kualitas gizi, memiliki penyakit penyerta dan stress," ungkap dr.Gatot yang dikutip melalui YouTube Imboost Indonesia dalam webinar bertajuk 'Pentingnya Jaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi', Rabu (27/4)..

Jika membandingkan usia muda dan tua, orang dengan usia tua memiliki respon titer antibodi yang dibentuk lebih rendah.

Ini dikarenakan orang tua mengalami penurunan fungsi salah satunya adalah fungsi imun yang menurun.

Perempuan diketahui memiliki respon imun yang lebih tinggi dibanding laki laki. Orang dengan gizi bagus pun dapat merespon antibodi lebih tinggi dibadingkan yang bergizi buruk.

Orang yang memiliki penyakit penyerta pun memiliki kemampuan membentuk antibodi yang lebih rendah daripada orang yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Kemudian, stress juga menyebabkan pembentukan antibodi yang menurun. Hal ini membuat proses pembentukan antibodi dari vaksinasi dapat melambat untuk kondisi-kondisi tertentu seperti diatas.

"Maka dari itu, penting sekali untuk tetap menjaga imunitas tubuh meskipun sudah melakukan vaksinasi," tegas Gatot sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Salah satu hal yang dapat menaikkan imunitas adalah pola hidup sehat, konsumsi buah dan sayur, olahraga dan mengkonsumsi sumplemen seperti immunomodulator seperti bahan herbal echinacea purpurea.

"Penggunaan immunodulator seperti echinacea purpurea ternyata bisa menigkatkan titer antibodi terhadap vaksinasi. Respon tubuh juga menjadi lebih baik," lanjut Gatot.

Hal yang sama dikemukakan Dokter Spesialis Paru, Dr.Erlina Burhan bahwa masyarakat yang sudah mendapat vaksin Covid pun tetap butuh suplemen seperti immunomodulator.

Sebenarnya, vitamin dan nutrisi baik lainnya ada dalam makanan seperti buah-buahan da sayur-sayuran, namun tidak semua orang suka dengan sayur dan buah.

"Maka dari itu, untuk meghindari terjadinya infeksi Covid-19 ini, selain vaksinasi juga bisa menjalankan 5M termasuk juga dengan meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dengan konsusmi immunomodulator," pungas Erlina.(kompas.com/rd)