PMKRI Cabang Medan Minta Pemerintah Usut Penyebab Banjir Melanda Kota Parapat

Medan,DP News

PMKRI Cabang Medan minta  pemerintah segera mengusut tuntas penyebab deforestasi hutan yang menjadi dalang banjir di Parapat. 

Banjir yang terjadi pada Kamis, 13 Mei lalu melanda kota wisata mengakibatkan kerusakan bangunan rumah warga dan terputusnya lalu lintas di sepanjang jalan Panatapan Sualan. 

Banjir disertai lumpur dan bebatuan dengan ketinggian mencapai 70 cm. Material tersebut menyebabkan air Danau Toba menjadi tercemar.  Intensitas hujan yang tinggi selama sepekan terakhir menjadi penyebab meluapnya Sungai Batu Gaga berakibat banjir di Jalan Anggarajim dan Jalan Sisingamangaraja, Parapat.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan turut memberikan pandangan mengenai hal ini.

Diduga bahwa sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan telah mengalami kerusakan fungsinya akibat deforestasi hutan. Deforestasi hutan terjadi karena adanya pihak-pihak dan oknum berkepentingan yang melakukan pembalakan liar dan alih fungsi hutan menjadi lahan pemukiman untuk daerah wisata dan atau lahan pertanian.

Ceperianus Gea, Ketua Presidium PMKRI menyampaikan ini merupakan salah satu kegagalan pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup didaerah yang justru sedang gencar dikembangkan dalam hal pariwisata. 

Sungai sebagai penampung dan jalur keluar masuknya air nyatanya tidak mampu menampung intensitas hujan yang tinggi sehingga akhirnya meluap dan menyebabkan banjir.

 "Artinya ada kerusakan dan terganggunya fungsi dari sungai tersebut sebagai akibat dari deforestasi hutan. Kita ketahui bahwa kondisi hutan yang sudah gundul akibat pembalakan liar dan alih fungsi hutan oleh oknum-oknum berkepentingan. Kami meminta supaya polisi hutan dari Dinas Kehutanan segera menindaklanjuti dan bersikap tegas dalam melaksanakan tugasnya. Pemerintah harus segera membuat kebijakan terkait menjaga keseimbangan alam dan menindak tegas para pelaku yang telah mengganggu ekosistem hutan agar kejadian seperti ini dapat diminimalisir” ucap Ceperianus Gea.

Hal senada juga disampaikan Mega Nadeak, Biro Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Medan terkait deforestasi hutan, masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya hutan dan ekosistemnya untuk mencegah berbagai bencana seperti banjir dan longsor. 

"Pemerintah harus hadir untuk memberikan sosialisasi atau seminar bertemakan lingkungan dan hutan. Pemerintah dan akademisi juga  perlu mengkaji ulang mengenai tata kelola hutan dan kawasan hutan sehingga pemanfaatan hutan dan kawasannya tepat dan optimal”  tutup Mega Nadeak 

Diketahui bahwa sejauh ini banjir sudah mulai surut dan telah dilakukan evakuasi dan pembersihan oleh personel SAR Brimob Polda Sumut. Jalan Anggarajim dan Jalan Sisingamangaraja sudah bisa dilalui kendaraan dan sebagian warga yang mengalami kerusakan rumah juga sudah kembali beraktivitas normal.(rd)