Komitmen Pengusaha Kapal di Danau Toba: Patuhi SOP dan Utamakan Keselamatan Pelayaran...

Samosir,DP New

Seluruh kapal yang beroperasi di perairan Danau Toba diingatkan selalu mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan Kemenhub.

Selain itu, pemilik kapal juga harus selalu merawat kapalnya, terutama mengecek mesin kapal sebelum berlayar, menyediakan stok bahan bakar di dalam kapal dan para nakhoda diminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas di pelabuhan, baik sebelum berlayar maupun sesudah sandar.

Penegasan itu terangkum dalam sosialisasi Keselamatan angkutan danau dan penyeberangan dan sosialisasi pelaksanaan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran yang digelar Dinas Perhubungan Samosir.

Sementara itu,para operator angkutan danau dan penyeberangan yang beroperasi di Danau Toba sepakat menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan berlayar.Selain itu akan mempekerjakan SDM yang berkualifikasi dalam pelayaran dan selalu berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan.

Komitmen mengutamakan keselamatan itu disampaikan pihak terkait seperti GM PT. ASDP Cabang Sibolga, Manajer PT Gunung Hijau Megah, Manajer PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (KMP Sumut I dan II), Manajer CV Muara Putih, Ketua OPS Simanindo, Ketua OPS Tomok Tour, Ketua OPS Lopo Parindo, Ketua OPS Tuktuk Indah, Ketua OPS Kapal Hotel, Ketua OPS Nainggolan dan Ketua OPS Onan Runggu.

Komitmen ini disampaikan di hadapan Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang saat  sosialisasi keselamatan angkutan danau dan penyeberangan dan sosialisasi pelaksanaan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Provinsi Sumatera Utara, Kamis (3/6) di Aula Kantor Bupati Samosir.

Sosialisasi ini juga dihadiri Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH, Kajari Andi Adikawira Putera SH MH, Plt Kadis Perhubungan Sardo Sirumapea, Spd MM dan Kepala BPTD Wilayah II Propinsi Sumatera Utara,Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara, BMKG, GM PT. ASDP Cabang Sibolga, Manajer PT Gunung Hijau Megah, Manajer PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, Manajer CV Muara Putih, Koorsatpel BPTD Wilayah II Sumut dan Kepala Pos PT Jasa Raharja.

Sosialisasi ini juga dihadiri para pengusaha angkutan jalan seperti Direksi PT Samosir Pribumi (Sampri), Direksi PT Pulo Samosir Nauli (PSN), Direksi PT Parisma, Direksi PT Raja Napogos, Direksi CV Sumber Sari, Direksi CV Samosir Tour Transport, Direksi CV Sibiobio, Direksi CV Dame Pintu Batu, Direksi CV Nasional, Direksi Koperasi Pos Pariwisata, Direksi UD Khrisna, Direksi UD Lambas dan Direksi UD Sitobu Jaya.

Plt Kadis Perhubungan Samosir Sardo Sirumapea mengatakan sosialisai untuk evaluasi musibah kecelakaan angkutan umum dan insiden KMP Ihan Batak di Pelabuhan Ambarita Kecamatan Simanindo.

Dalam sosialisasi tersebut diharapkan dapat menambah wawasan terhadap keselamatan angkutan. Juga agar meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait aspek keselamatan angkutan.

Diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran angkutan sungai danau dan penyeberangan, serta keselamatan di jalan raya.

Sementara itu,Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH menekankan bahwa menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan tanggung jawab semua pihak.Oleh karena itu, budaya penggunaan alat keselamatan pelayaran di atas kapal sangatlah penting.

“Mengingat baru-baru ini terjadi insiden KMP Ihan Batak yang berimbas pada timbulnya korban jiwa dan kerugian harta benda, diminta kesadaran pemilik kapal akan kewajibannya melengkapi kapal-kapal mereka dengan alat-alat keselamatan pelayaran,” kata Tampubolon.(rd).