SMSI Tanah Karo Tabur Bunga di Makam Almarhum Marsal Harahap

Pematangsiantar,DP News

Kepergian tanpa pesan almarhum Mara Salem Harahap menyisakan luka yang mendalam bagi rekan juang seprofesi. Apalagi tersangka pelaku pembunuhan bendahara SMSI Pematang  Siantar Simalungun itu belum juga  menemukan titik terang. 

Terpanggil rasa persaudaraan yang begitu mendalam SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kabupaten Karo melaksanakan tabur bunga pada  pusaranya di komplek pemakaman muslim jalan Rakutta Sembiring Pematang Siantar , Rabu (23/6).

Kehadiran rombongan SMSI Karo disambut hangat ketua SMSI Pematang Siantar /Simalungun ,Oktavianus Rumahorbo ,wakil ketua, Rivay Bakkara dan sekretaris, Dosmaria Saragih serta beberapa anggota.

Dalam bincang-bincang  seputar kepergian bendahara SMSI Pematang Siantar Simalungun itu pengurus SMSI Siantar Simalungun dan Karo  sesekali menyeka  titik air mata yang jatuh berderai tak terasa jatuh dipipi.

" Kami di Siantar Simalungun benar-benar merasa kehilangan sosok sahabat kita yang pemurah itu. Dalam suka dan duka Marsal itu selalu ada untuk kita. Apalagi dengan kehadiran sahabat dari SMSI Karo membuat kami semakin terharu ," ungkap  Oktavianus Rumah

" Pada lebaran kemarin dia ( Marsal) sempat berbagi rejeki berupa sembako kepada saudara, sahabat yang patut di bantu," kenang  wakil ketua, Rivay Bakkara sambill mengusap air mata yang jatuh. 

" Kehadiran teman - teman dari SMSI Tanah Karo merupakan suatu kehormatan bagi kami SMSI Siantar /Simalungun. Kepergian almarhum bukan hanya kami yang kehilangan. Tetapi juga rekan -rekan dari MSI Karo turut merasakan kesedihan yang mendalam. Semoga arwah saudara kita Marsel bisa tenang dan diterim amal ibadahnya, keluarga serta anak-anak cepat terhibur," ujar sektetaris SMSI Siantar Simalungun Dosmaria Saragih menimpali.

" Kedatangan kami (SMSI Karo) sebagai bentuk turut berbela sungkawa atas kepergian Marsal ,juga sekaligus memberikan penyemangat motivasi  bagi rekan juang khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan dapat  tabah menjalani musibah ini," ungkap wakil ketua SMSI  Karo, Johni Sembiring didampingi wakil sekretaris, Jusranta Surbakti serta bendahara, Sarjana Ginting.

Untuk diketahui, Mara Salem Harahap alias Marsal yang berprofesi sebagai wartawan tewas setelah ditembak orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (19/6) dini hari.

Menurut pengakuan abang kandung korban, Hasanuddin Harahap  bahwa adiknya ditemukan pertama kali oleh warga sekitar 300 meter dari rumahnya di Huta 7, Pasar 3 Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun.

“Kalau kata warga, adik kami ditemukan pertama kali di dalam mobil tak jauh dari rumahnya. Lokasi ditemukan dia dengan rumahnya itu berjarak 300 meter. Orang rumah sakit tadi bilang, ada luka tembak di bagian paha sebelah kiri,” ujar abang kandung Marsal.(rel)rd)