Germas PMKRI Regio Sumatera Minta Jajaran TNI Lebih Bersikap Humanis Dalam Menjalankan Tugasnya.....


Medan,DP News

Germas PMKRI Regio Sumatera minta agar Panglima TNI menginstruksikan seluruh jajarannya bersikap lebih humanis dalam menjalankan tugas di tengah tengah masyarakat.

Selain itu,Panglima TNI juga perlu melakukan evaluasi kepada seluruh lembaga keamanan agar jangan sampai terjadi  hal-hal yang mengarah terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia(HAM).

Pernyataan sikap Germas PMKRI Regio Sumatera menanggapi tindakan oknum aparat terhadap masyarakat di Papua yang kini viral di media sosial.

Kejadian tersebut telah menciderai institusi dan bisa berdampak terhadap rasa kepercayaan dari masyarakat. 

Pernyataan sikap  Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) Perhimpunan Mahasiswa Katolik (PMKRI) Regio Sumatera disampaikan Petrus F. Leta (PGK PMKRI Cabang Bandar Lampung), Sintong Sinaga (PGK PMKRI Cabang Medan), Gita Bonita Turnip (PGK PMKRI Cabang Bengkulu), Vande DeRosarius D. B (PGK PMKRI Calon Cabang Batam).

Dalam pernyataan sikapnya itu,Germas PMKRI Regio Sumatera juga mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan 2 oknum aparat di Merauke,Papua Barat tersebut.

Selain itu,Germas PMKRI Regio Sumatera meminta dan mendesak Danlanud DMA Merauke untuk menindaklanjuti dengan menindak tegas oknum aparat yang melakukan tindakan represif terhadap masyarakat Papua Barat tersebut.

Menegakkan proses hukum di pengadilan umum untuk diberikan sanksi yang sesuai dan seadil-adilnya.

Demikian pernyataan sikap Germas PMKRI Regio Sumatera,Rabu, 28 Juli 2021.

Tindak Tegas

Sementara itu,Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan akan menindak tegas dua prajuritnya yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil di Merauke, Papua.

"Kami akan mengevaluasi seluruh anggota kami dan juga akan menindak secara tegas terhadap pelaku yang berbuat kesalahan," ujar Fadjar dalam rekaman video, Selasa (27/7) malam.

Sebagai pemimpin tertinggi matra udara, Fadjar menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Papua atas arogansi prajuritnya.

"Terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya," kata Fadjar sebagaimana dikutip dari kompas.com

Menurutnya, peristiwa kekerasan tersebut murni karena kesalahan prajuritnya.

"Tidak ada niatan apa pun juga, apalagi dari berupa perintah kedinasan," imbuh dia.

Diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan prajurit TNI AU menginjak kepala seorang warga viral di media sosial.

Video berdurasi 1 menit 20 detik tersebut menunjukkan dua pria berseragam TNI AU tengah mengamankan seorang warga.

Salah seorang tentara mengamankan pria tersebut dengan cara memiting badan ke tanah. Sementara itu, satu prajurit lainnya terlihat menginjak kepala warga tersebut.

Kedua pelaku aksi kekerasan itu yakni Serda D dan Prada V. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Mandala, Merauke, pada Senin (26/7)

Di pihak lain,terkait video tersebut, Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto menyatakan permohonan maaf kepada korban dan seluruh masyarakat.

Herdy mengakui tindakan represif yang dilakukan dua anggotanya tidak diperlukan dan tidak layak dicontoh.

Atas kejadian tersebut, Herdy memastikan proses hukum akan ditegakkan kepada para pelaku.

"Saat ini kedua anggota tersebut telah diambil tindakan disiplin dan akan diproses sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku," tuturnya, saat memberikan keterangan pers di Merauke, Selasa (27/7) malam.

Kepada korban, ia menjanjikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan apabila Steven terluka akibat tindakan tersebut

"Kami juga akan bertanggung jawab apa bila (korban) ada luka atau kerugian lainnya, tentu kita akan obati dan kita akan rawat," kata Herdy.(kompas.com/Sumber: Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi/rd)