Kemendikbud Bagikan 29.387 Laptop:Sumut 12 Paket,Medan 2 Paket....

Jakarta,DP News 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bakal memberikan bantuan laptop dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada 12.674 sekolah melalui APBN dan 16.713 sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Bantuan tersebut diberikan kepada PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB sepanjang tahun 2021. Jumlah anggaran yang digelontorkan untuk tahun ini mencapai Rp3,7 triliun.

Pada tahap pertama penyaluran laptop dan bantuan TIK diberikan kepada Sekolah Penggerak di penjuru daerah.

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek M. Samsuri mengatakan bantuan hanya diberikan bagi sekolah yang membutuhkan

Direktur PAUD Kemendikbudristek Muhammad Hasbi mengatakan bantuan laptop dan TIK diberikan kepada 346 satuan PAUD yang tersebar di 111 kabupaten/kota.   

Untuk jenjang PAUD pemberian laptop diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Program Sekolah Penggerak," kata Hasbi kepada CNNIndonesia.com Rabu (4/8).

Sementara, Direktur SMP Kemendikbudristek Mulyatsyah mengatakan pengadaan bantuan TIK diberikan untuk 7.859 SMP. Mulyatsyah tidak menyebutkan jumlah daerah atau sebaran penerima bantuan.

"Untuk SMP TIK [dari] APBN pusat untuk 6.435 sekolah. DAK fisik ke daerah untuk 1.424 sekolah, pengadaan oleh daerah," kata Mulyatsah kepada CNNIndonesia.com

Direktur SMA Kemendikbudristek Suhartono Arham melalui stafnya mengatakan ada 1.195 SMA yang mendapat bantuan TIK. Bantuan diprioritaskan bagi daerah khusus yang membutuhkan.

Sementara Direktur SD Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih belum memberikan data jumlah maupun sebaran sekolah dan daerah yang menerima bantuan laptop dan TIK.

"Saya coba koordinasikan ke kawan-kawan yang menangani ini ya," kata Sri pada Senin (2/8). Sri belum menjawab kembali konfirmasi CNNIndonesia.com terkait data yang diminta.

Sementara itu,dari sebaran sekolah yang dapat bantuan laptop,Sumatera Utara kebagian 12 paket termasuk Kota Medan 2 paket.

Sumatera Utara

Kab. Asahan: 2 paket

Kab. Batubara: 2 paket

Kab. Deli Serdang: 2 paket

Kab. Karo: 2 paket

Kab. Serdang Bedagai: 2 paket

Kota Medan: 2 paket

Namun, program tersebut mendapat kritik. Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyoroti pengalaman negara tetangga membagi-bagikan laptop dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke sekolah, namun berujung gagal karena strategi yang tidak tepat. Ia menekankan agar Indonesia tidak membuat kesalahan yang sama.

"Kalau tidak disiapkan nasibnya bisa sama seperti kegagalan program 1Bestarinetnya Malaysia atau program pengadaan tabletnya Thailand," kata Indra melalui keterangan yang disampaikan kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/8).(CNNIndonesia/rd)