Pekan Kuliner Kondang di Warenhuis: Batas 2.000 Orang,Bayar Non Tunai...

Medan,DP News

Wali Kota Medan, Bobby Nasution meninjau pelaksanaan Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan  yang diselenggarakan di sekitaran Gedung Warenhuis, Jumat (19/11) malam.

Pelaksanaan pameran pekan kuliner kondang UMKM ini bertepatan pula dengan dibukanya kembali Kesawan City Walk (KCW) Medan yang sebelumnya sempat dihentikan untuk sementara waktu guna menghindari penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

Setibanya di lokasi, Wali Kota Medan, Bobby Nasution bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Kahiyang Ayu M. Bobby Afif Nasution dan Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman meninjau stand-stand kuliner yang menjual berbagai macam makanan khas kota Medan.

Wali Kota Medan juga sempat menyapa masyarakat yang sedang menikmati makanan dan juga pelaku UMKM yang sedang berjualan.

Dengan penerapan protokol yang ketat, Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan ini disambut antusias o masyarakat Kota Medan.

Usai meninjau, Bobby Nasutin bersama dengan Kahiyang Ayu M. Bobby Afif Nasution dan tamu undangan lainya juga turut menyaksikan Show Video Mapping yang dipancarkan secara langsung ke Gedung Warenhuis yang merupakan salah satu gedung bersejarah di Kota Medan.

Dalam kesempatan itu Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan terimakasih kepada TP PKK Kota Medan dan Shopee yang sudah mendukung penuh kegiatan ini sehingga berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Bobby Nasution menyebutkan dalam pelaksanaan Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan ini para pengunjung dan pelaku UMKM wajib harus sudah di vaksin covid-19. Sebab sebelum memasuki area pameran, pengunjung harus terlebih dahulu melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

"Pengunjung dan pelaku UMKM pameran pekan kuliner ini wajib sudah divaksin, dan kita dalam menshortir ataupun memilih masyarakat yang akan masuk kesini wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan harus dicek disitu. Kalau hijau baru boleh masuk, kalau merah tidak boleh masuk. Artinya kalau belum divaksin tidak boleh masuk dan protokol kesehatan ini akan kita terus terapkan," kata Bobby.

Selain itu, Bobby juga menambahkan untuk pembayaran makan dan minum sendiri dilakukan dengan memanfaatkan digitalisasi dengan menggunakan cashless QRIS, hal ini guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Kita mendorong pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan digitalisasi jadi semua pembayarannya dilakukan dengan cashless menggunakan QRIS . Jadi, tidak ada transaksi secara manual guna mencegah penyebaran covid-19." ungkapnya.

Meskipun begitu Bobby Nasution menyadari bahwa ditengah pandemi Covid-19 saat ini pelaku UMKM di kota Medan harus tetap di dukung agar dapat bertahan.

"Protokol kesehatan yang ketat harus terus diterapkan, namun pelaku UMKM juga harus kita dukung agar dapat terus bertahan, oleh sebab itu kami membatasi jumlah pengunjung yang boleh datang maksimal 2.000 orang dari kapasistas sebenarnya 3500 orang."sebut Bobby Nasution.

Terakhir Bobby Nasution berharap Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan ini dapat dinikmati masyarakat Kota Medan dalam beberapa hari ke depan

Tidak hanya itu saja Bobby Nasution juga menambahkan, jika nanti telah memasuki level 3 maka akan mengikuti aturan mulai dari jumlah pengunjung hingga jam operasional.

"Kalaupun nanti masuk PPKM level 3, maka kita mengikuti peraturan yang diterapkan kalau memang kita batasi lagi jumlah pengunjungnya maupun jam operasional nanti akan kita ikuti. Hal ini untuk menghindari terjadi kerumunan."ujarnya.(rd)