Notification

×

Iklan

Iklan

Dinkes Medan Masih Pilih 'Diam' Terkait Warga Medan Terkonfirmasi Omicron di Jakarta

29 Desember 2021 | Rabu, Desember 29, 2021 WIB Last Updated 2021-12-29T12:18:39Z
Foto:Plt Kadis Kesehatan Medan dr Mardohar Tambunan,MKes/dok

Medan,DP News

Sampai saat ini,Dinas Kesehatan Medan terkesan masih memilih 'diam' dan belum berkenan memberikan keterangan resmi terkait kabar warga Medan yang terkonfirmasi Corona varian lokal omicron yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta.

Sejumlah wartawan,Rabu(29/13) yang mencoba menghubungi melalui handphone maupun WhatsApp,Plt Kadinkes Medan dr Mardohar belum berkenan memberi penjelasan tentang kabar warga Medan terkonfirmasi varian lokal Omicron.

Namun sehari sebelumnya,Sekretaris Satgas Covid19 Kota Medan Husni kepada wartawan melalui telephon seluler mengatakan segera melakukan koordinasi dengan pihak Kemenkes RI tentang adanya informasi warga Medan yang terkonfirmasi positif corona varian omicron lokal.

Tentunya Satgas Covid19, juga berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan serta pihak kecamatan maupun kelurahan tempat dari orang yang disebut terkonfirmasi tersebut.

Dikatakannya, sejauh ini pihak belum mendapat kabar tempat tinggal pria yang terkonfirmasi tersebut.

Langkah selanjutnya melakukan kita telah berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak kecamatan maupun kelurahan asal tempat pria yang dikabarkan tersebut.

Terpisah, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers daring disejumlah media online, menyebutkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan satu kasus transmisi lokal virus corona varian Omicron di Indonesia. Pasien transmisi lokal itu merupakan laki-laki berusia 37 tahun.

Ia juga menyebutkan sampai Selasa 28 Desember terdapat 47 kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia di mana 46 kasus adalah kasus impor dan satu kasus transmisi lokal.

Dalam keterangan persnya, pasien tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir ataupun melakukan kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri.

Pasien tersebut tinggal bersama isterinya di Medan dan mengunjungi Jakarta satu bulan sekali.

Dari catatan, pasangan suami istri itu tiba di Jakarta pada 6 Desember. Kemudian, pada 17 Desember keduanya sempat mengunjungi salah satu restoran di SCBD Jakarta.

Selanjutnya, saat hendak kembali ke Medan pada 19 Desember, keduanya melakukan tes antigen. Sang suami dinyatakan positif, sementara istrinya negatif.

"Lalu dilakukan PCR pada tanggal 20 Desember dan konfirmasi Omicron didapatkan dari laboratorium pada tanggal 26 Desember," terang Nadia.

Nadia mengatakan, saat ini pasien sedang dalam proses evakuasi untuk melakukan isolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta.

Untuk mencegah perluasan penyebaran, Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk melakukan tracing di tempat yang sempat dikunjungi pasien di SCBD dan sekitar tempat tinggal pasien selama berada di Jakarta.

"Selanjutnya tentu akan dilakukan swab PCR kepada beberapa pegawai dan tracing kepada tenaga kesehatan dan kontak erat," kata Nadia.(rd)

×
Berita Terbaru Update